Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM Desak Penertiban di Wilayah Penambangan Rakyat

JAYAPURA-Kepala Komnas HAM Frits Ramandey mengaku belum mendapat klarifikasi kejadian pembantaian di Pegunungan Bintang yang kepalanya putus. “Kami belum mendapatkan aduan terkait dengan peristiwa tersebut. Namun peristiwa ini sudah diberitakan oleh media maka dalam mekanisme kita bisa menjadikanya sebagai pengaduan proaktif,” kata Frits kepada Cenderawasih Pos, Kamis (21/7). Dikatakan Frits, Komnas HAM perlu melakukan data informasi dan fakta untuk mengkroscek  peristiwa itu dengan kronologi di luar pemberitaan dari media. “Soal siapa pelaku, apa motifnya, kelompok siapa kami belum punya data soal itu. Tapi bahwa itu telah menjadi pemberitaan maka  kami akan menjadikannya sebagai pengaduan proaktif,” kata Frits. Dikatakan Frits, kalau pun ini adalah perbuatan kriminal maka perlu melihat lokusnya. Sementara Komnas HAM sendiri belum punya informasi pasti tentang lokusnya. “Kami juga belum punya informasi pasti apakah terjadi perkelahian atau lainnya. Komnas belum punya informasi data pembanding sebab ini adalah satu lawan satu. Apakah ini diawali dengan perkelahian, perebutan lahan ataukah karena ada dendam,” terangnya. Komnas HAM sendiri kata Frits, punya pengalaman misalnya yang terjadi di Baya Biru. Untuk itu, lokasi lokasi tambang ilegal seharusnya ditertibkan. “Penambangan rakyat sering terjadi tindakan kriminal. Misalkan perebutan lahan atau bisnis ilegal lainnnya atau soal ketersiggungan. Untuk itu, Komnas mendesak agar dilakukan penertiban dan pengamanan di wilayah wilayah penambangan rakyat. Supaya tidak lagi ada korban yang jatuh,” tegasnya. Sebelumnya, Orang Tak Dikenal (OTK) di Kabupaten Pegunungan Bintang tepatnya di Lokasi Tambang Ilegal Kawe Awimbon Rabu, (20/7) kemarin membunuh seorang warga bernama Azis saat berada di kios. (ade/fia/nat)
newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

6 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

7 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

8 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

9 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

10 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

11 hours ago