Categories: BERITA UTAMA

Sudah Ada Kesepakatan, Palang Kantor Gubernur Papua Dibuka

JAYAPURA – Gerbang kantor Gubernur Papua akhirnya dibuka, Rabu (20/9) kemarin. Dimana sebelumnya pada Senin (18/9) lalu, sempat dipalang oleh masyarakat selaku pemilik hak ulayat.

Dibukanya palang di Kantor Gubernur Papua, Rabu (20/9) oleh masyarakat adat Keondoafian Kayo Pulau yang dipimpin oleh Ondoafi Frans Sibi, setelah adanya kesepakatan dalam pertemuan antara pihak Pemerintah Provinsi Papua dan masyarakat adat Kayo Pulau.

“Secara resmi kami masyarakat adat Kampung Kayu Pulau membuka Palang Kantor Gubernur Papua,” ucap Ondoafi Kampung Kayu Pulau, Frans Sibi kepada wartawan.

Ondoafi Kayo Pulau, Frans Sibi mengatakan, sudah ada kesepakatan-kesepakatan dengan Pemprov Papua. Karena itu, pihaknya langsung membuka palang di Kantor Gubernur Papua usai pertemuan tersebut.

“Kami sudah bertemu dengan pihak Pemprov Papua. Masalah ini sudah selesai, sehingga kami membuka palang. Kita akan selalu bersama dan saling menghormati, kami juga berharap pemerintah juga memperhatikan masyrakat adat,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Papua, Jery Agus Yudianto mengatakan, palang ini dibuka masyarakat adat atas kesempakatan bersama usai dilakukannya pertemuan.

“Pertemuan tadi dipimpin langsung Pj. Gubernur Papua dan dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jayapura. Pertemuan berlangsung singkat dan tidak ada ketegangan atau sangat cair,” ucap Jeri.

Dikatakan Jeri, penyelesaian masalah tidak hanya menyangkut ganti rugi lahan yang harus dibayar pemerintah. Melainkan ada kebijakan dari pemerintah yang lebih berpihak kepada masyarakat adat Kayo Pulau.

“Dengan dibukanya palang tersebut, semua aktivitas perkantoran bisa kembali berjalan seperti biasa. Bahkan aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh OPD terkait bisa berjalan normal kembali,” bebernya.

Pihaknya berharap ke depan tidak ada lagi aksi pemalangan terhadap kantor pemerintahan yang lain, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap aman dan lancar.

“Semoga tak ada lagi aksi aksi pemalangan kedepannya, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap lancar. Kalau ada masalah bisa dibicarakan dengan baik-baik tanpa melakukan pemalangan,” ucap Jeri.

Sekedar diketahui, pertemuan kedua belah pihak berlangsung di lantai 2 Kantor Gubernur Papua. Usai pertemuan itu, Ondoafi Kayo Pulau membuka palang yang disaksikan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Papua.

Sebelumnya, kantor Gubernur juga sempat dipalang saat hendak diresmikan pada tahun 2022 lalu. (fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

21 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

1 day ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

1 day ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

1 day ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

1 day ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago