“Kalau disini (Cagar Alam Fakfak) ada berbagai jenis burung yakni Kakak Tua raja (Probosciger atterimus), Kakatua Jambul kuning (Cacatua galerita), dan Julang Papua (Rhyticeros plicatus), Kemudian pengamatan malam untuk fauna nocturnal,” ungkapnya.
Lanjutnya menyampaikan keanekaragaman hayati itu perlu dijaga dan dilestarikan. Jelasnya keanekaragaman hayati itu sendiri terdiri dari keanekaragaman floral (Tanaman), keanekaragaman fauna (Satwa) dan keanekaragaman ekosistem (Habitat). “Jika salah satu dari ketiga itu kata Jhoni terganggu maka dipastikan akan ada terdampaknya. Sehingga mau saya sampaikan disini bahwa keseimbangan itu penting. Salah satu ekosistem terganggu maka yang lain juga akan terganggu,” tutupnya. (kar/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kebijakan tersebut tertuang dalam Permenkomdigi Nomor 2 Tahun 2026 yang merupakan petunjuk teknis pelaksanaan dari…
Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ketahanan energi Indonesia hanya bergantung pada cadangan jangka…
Menurut Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) itu, status siaga 1 TNI yang…
Terkait dengan THR, Pemerintah Kabupaten Keerom telah menyiapkan dana yang cukup besar, yakni mencapai Rp18…
Sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah, Bupati mengumumkan total anggaran sebesar Rp 2 miliar yang dialokasikan…
Pulau kecil ini menjadi saksi awal masuknya Injil di wilayah Tabi—yang meliputi Jayapura, Sarmi, dan…