“Kalau disini (Cagar Alam Fakfak) ada berbagai jenis burung yakni Kakak Tua raja (Probosciger atterimus), Kakatua Jambul kuning (Cacatua galerita), dan Julang Papua (Rhyticeros plicatus), Kemudian pengamatan malam untuk fauna nocturnal,” ungkapnya.
Lanjutnya menyampaikan keanekaragaman hayati itu perlu dijaga dan dilestarikan. Jelasnya keanekaragaman hayati itu sendiri terdiri dari keanekaragaman floral (Tanaman), keanekaragaman fauna (Satwa) dan keanekaragaman ekosistem (Habitat). “Jika salah satu dari ketiga itu kata Jhoni terganggu maka dipastikan akan ada terdampaknya. Sehingga mau saya sampaikan disini bahwa keseimbangan itu penting. Salah satu ekosistem terganggu maka yang lain juga akan terganggu,” tutupnya. (kar/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan mendorong penyelenggaraan pekan olahraga daerah atau Porda guna…
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, akan melakukan koordinasi dengan pengurus PSSI Papua…
Presiden Direktur NCK, Owen Rahadiyan, mengaku puas terhadap perkembangan permainan tim selama masa pemusatan latihan…
- Sebanyak 89 crosser akan saling adu kecepatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region VI,…
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…