“Kalau disini (Cagar Alam Fakfak) ada berbagai jenis burung yakni Kakak Tua raja (Probosciger atterimus), Kakatua Jambul kuning (Cacatua galerita), dan Julang Papua (Rhyticeros plicatus), Kemudian pengamatan malam untuk fauna nocturnal,” ungkapnya.
Lanjutnya menyampaikan keanekaragaman hayati itu perlu dijaga dan dilestarikan. Jelasnya keanekaragaman hayati itu sendiri terdiri dari keanekaragaman floral (Tanaman), keanekaragaman fauna (Satwa) dan keanekaragaman ekosistem (Habitat). “Jika salah satu dari ketiga itu kata Jhoni terganggu maka dipastikan akan ada terdampaknya. Sehingga mau saya sampaikan disini bahwa keseimbangan itu penting. Salah satu ekosistem terganggu maka yang lain juga akan terganggu,” tutupnya. (kar/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
BTM bersama tim akan menjalankan tugas pengarah bersama PGIW Papua, pengurus FK PKB di tiga…
Kondisi laut yang tidak bersahabat ini membuat para nelayan memilih untuk mengamankan aset mereka daripada…
Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayapura merencanakan penambahan luas lahan TPU Dosay sekitar 5 hektare…
Ia tak menampik bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan terkait pelanggaran HAM yang belum sepenuhnya…
Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM adalah sebuah hal yang lumrah. Dimana lima region lainnya dibelahan…
General Manager Bandara Internasional Sentani, I Nyoman Noer Rohim, mengatakan, berdasarkan data operasional bandara, jumlah…