“Kalau disini (Cagar Alam Fakfak) ada berbagai jenis burung yakni Kakak Tua raja (Probosciger atterimus), Kakatua Jambul kuning (Cacatua galerita), dan Julang Papua (Rhyticeros plicatus), Kemudian pengamatan malam untuk fauna nocturnal,” ungkapnya.
Lanjutnya menyampaikan keanekaragaman hayati itu perlu dijaga dan dilestarikan. Jelasnya keanekaragaman hayati itu sendiri terdiri dari keanekaragaman floral (Tanaman), keanekaragaman fauna (Satwa) dan keanekaragaman ekosistem (Habitat). “Jika salah satu dari ketiga itu kata Jhoni terganggu maka dipastikan akan ada terdampaknya. Sehingga mau saya sampaikan disini bahwa keseimbangan itu penting. Salah satu ekosistem terganggu maka yang lain juga akan terganggu,” tutupnya. (kar/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…
Pelarangan pemutaran film Pesta Babi di sejumlah daerah dan lingkungan kampus menuai kritik dari kalangan…
Timika dipilih menjadi tuan rumah, menggeser dominasi ibu kota provinsi berkat kelengkapan fasilitas publiknya. Ajang…
ndoafi Kampung Bambar, Distrik Waibu yang juga Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Orgenes Kaway…
Plt Kepala Dinas Kominfo Jayawijaya Imanuel Medlama, S.STP, M.Si menyatakan pemanfaatan hak tayang layanan Informasi…