“Kalau disini (Cagar Alam Fakfak) ada berbagai jenis burung yakni Kakak Tua raja (Probosciger atterimus), Kakatua Jambul kuning (Cacatua galerita), dan Julang Papua (Rhyticeros plicatus), Kemudian pengamatan malam untuk fauna nocturnal,” ungkapnya.
Lanjutnya menyampaikan keanekaragaman hayati itu perlu dijaga dan dilestarikan. Jelasnya keanekaragaman hayati itu sendiri terdiri dari keanekaragaman floral (Tanaman), keanekaragaman fauna (Satwa) dan keanekaragaman ekosistem (Habitat). “Jika salah satu dari ketiga itu kata Jhoni terganggu maka dipastikan akan ada terdampaknya. Sehingga mau saya sampaikan disini bahwa keseimbangan itu penting. Salah satu ekosistem terganggu maka yang lain juga akan terganggu,” tutupnya. (kar/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Merauke, Ipda Stevend Dapo,…
Koordinator Devisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Provinsi Papua Pegunungan Naftali Emmanuel Pawika mengatakan rekapitulasi…
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Barat Daya, Atika Rafika yang dalam hal…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH sebelum pertemuan ini, pihaknya telah meminta kepada kepala dinas…
Sekretaris Asosiasi 328 Kepala Kampung Se Jayawijaya Sem Uaga menegaskan jika menyikapi adanya informas yang…
Kedua tersangka masing-masing berinisial EK dan RS. Tersangka EK diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap…