Categories: BERITA UTAMA

BBKSDA: Populasi Burung di Papua Menurun, Satwa Berbisa Terus Berkembang

JAYAPURA – Populasi burung di Papua mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti perusakan habitat, perburuan liar, perdagangan ilegal, dan perubahan iklim. Perburuan liar, penangkapan burung untuk dipelihara, dan perdagangan ilegal adalah faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan populasi burung di tanah Papua.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua, Jhoni Santoso Silaban mengatakan bahwa fenomena ini dapat menjadi pengingat bagi para konservasionis khususnya dan khalayak umum untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan alam, sehingga burung-burung tidak kehilangan habitat mereka.

Mengingat kata Jhoni burung memiliki peran penting dalam ekosistem, sebagai distributor biji tanaman atau bahkan sebagai pengontrol hama. Apabila populasinya semakin menurun tentu saja ada dampak yang ditimbulkan, misalnya regenerasi hutan yang terganggu, meledaknya populasi hama yang tidak terkendali, dan berbagai dampak lainnya.

Tak kalah penting Jhoni mengungkapkan jika populasi burung di Papua ini berkurang maka dengan sendirinya populasi satwa berbisa seperti ular akan naik dan peluang untuk berjumpa dan membahayakan manusia sangat tinggi. Karena menurutnya salah satu mangsa dari burung adalah ular.

Insert:Jhoni Santoso Silaban)

“Kita di Papua ini perdagangan burung luar biasa, populasi burung berkurang maka populasi ular meningkat. Berarti kesempatan perjumpaan makin tinggi, kesempatan untuk membahayakan orang juga lebih tinggi,” jelas Jhoni pekan lalu, Jumat (16/5) di Kotaraja.

Deforestasi, pembangunan perkotaan, dan konversi lahan pertanian, lanjut Jhoni menjelaskan dapat menyebabkan hilangnya habitat burung, seperti hutan, padang rumput, dan rawa. Burung sering kali ditangkap, diburu, dan diperdagangkan dapat menyebabkan gangguan pada rantai makanan, karena burung berperan sebagai predator atau mangsa bagi hewan lain terutama ular.

Karena itu kepala BKSDA itu mengatakan jika tidak menginginkan populasi ular meningkat di Papua ini, maka populasi burung harus dijaga dan dilindungi. Untuk diketahui sejauh ini BKSDA Papua mencatat bahwa populasi aves terutama burung mengalami penurunan. Hanya angka belum bisa dipastikan.

Jhony menyinggung bahwa uaya pelestarian perlu dilakukan layaknya di Cagar Alam Pegunungan Fakfak Provinsi Papua Barat. Cagar Alam ini disebut memiliki hal yang menakjubkan karena menyimpan kekayaan flora dan fauna.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Nasib Rahmad Darmawan Ditentukan Pekan Depan

Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…

4 hours ago

Lagi, 7 Jenazah Korban Jembatan Roboh Ditemukan

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…

5 hours ago

Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara Polri Transparan

Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…

6 hours ago

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

7 hours ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

8 hours ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

9 hours ago