Categories: BERITA UTAMA

Setelah Botak, Kini Aibon

Satu Persatu Anak Buah Pimpinan KKB Dituntaskan

JAYAPURA–Satu persatu anak buah pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini menimbulkan keresahan dan menebar ancaman di tengah. Jika beberapa hari lalu anak buah dari Kopi Tua Heluka ditangkap, kini giliran anak buah dari Aibon Kogoya.

Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Damai Cartenz. Operasi tersebut berlangsung di wilayah Bukit Signal, sekitar Kali Pepaya, Kabupaten Nabire, pada Senin (16/3).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil identifikasi, Hurbianus Mirip merupakan daftar pencarian orang (DPO) sejak 2025 dan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Papua Tengah.

“Hurbianus Mirip merupakan anggota KKB Kodap III D Dulla yang telah masuk dalam DPO sejak 2025 karena diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di wilayah Nabire dan Paniai,” ujar Yusuf dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3).

Menurut Yusuf, yang bersangkutan diduga terlibat dalam pembunuhan dua personel Brimob pada 13 Agustus 2025, yang juga disertai dengan perampasan dua pucuk senjata api jenis AK-101.

Selain itu, kelompok tersebut diduga melakukan penembakan terhadap masyarakat dan aparat di wilayah Kali Semen pada 17 Oktober 2025. Mereka juga tercatat melakukan aksi pemalangan di ruas Jalan Trans Nabire–Paniai KM 58 pada 20 Oktober 2025, serta terlibat kontak tembak dengan aparat keamanan di kawasan Bukit Doa pada 27 November 2025.

Kelompok ini juga diduga menyerang pos pengamanan TNI di area PT Kristalin pada 21 Februari 2026. Dalam insiden tersebut, satu personel TNI dan satu warga sipil dilaporkan meninggal dunia, serta tiga pucuk senjata api dirampas. Selain aksi bersenjata, kelompok tersebut juga diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap anggota kepolisian, Bripda Kanza A. Mampioper, di Pasar Enarotali (PLN Lama), Kabupaten Paniai.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Harusnya Kerja MRP Dipublis dan Lebih Transparan

Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…

1 day ago

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…

1 day ago

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…

2 days ago

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…

2 days ago

Ratusan Nelayan Ditangkap Otoritas PNG dan Australia Merupakan Urusan Pusat

Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…

2 days ago

Perbaikan Fasilitas Layanan Hingga BPJS Jadi Langkah Prioritas

Namun di balik rutinitas itu, tak ada yang menyangka bahwa hari itu akan menjadi berbeda.…

2 days ago