

Salah satu pantai di Skouw Mabo Distrik Muara Tami Kota Jayapura yang terkena abrasi. Foto ini diambil Minggu (18/2) lalu. (FOTO:Gamel/Cepos)
JAYAPURA– Pemerintah kota Jayapura, mengakui hingga saat ini pihaknya belum mengambil langkah untuk menyikapi masalah abrasi di beberapa lokasi di Distrik Muara Tami Kota Jayapura.
Penjabat Sekda kota Jayapura, Robby Kepas Awi mengatakan, belum adanya penanganan itu disebabkan karena terkait ketersediaan anggaran. Apalagi untuk mengerjakan pengaman atau talud di sepanjang kawasan pantai Skouw ini membutuhkan anggaran yang cukup besar.
” Di daerah Skouw Mabo, Skou Yambe, Skou Sae yang ada di Muara Tami itu belum ada langkah-langkah. Karena itu harus ada rapat bersama, karena itu cukup besar dari sisi anggaran,” kata Robby Kepas Awi, Senin (19/2) kemarin.
Di sisi lain, Pemkot Jayapura juga belum menerima laporan resmi, mengenai musibah abrasi yang terjadi di beberapa titik di distrik Muara Tami Kota Jayapura itu.
“Laporan resmi belum ada tetapi memang kami membaca di beberapa media mengenai kejadian tersebut,” katanya.
Dia menjelaskan terkait abrasi ini, Pemkot Jayapura melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Jayapura baru menyelesaikan atau mengerjakan penanganan abrasi yang terjadi di kawasan pantai Holtekamp. Di mana dari kejadian itu sebelumnya menyebabkan adanya kerusakan pada puluhan makam milik warga Kampung Holtekamp . Bahkan akibat kondisi itu, memaksa masyarakat Kampung memindahkan tulang belulang dari pekuburan itu ke lokasi pemakaman yang baru.
“Yang viral kemarin itu dampak abrasi terhadap sejumlah kuburan yang ada di Holtekamp dan itu pemerintah ke kota Jayapura, sesuai arahan pejabat Walikota kepada kepala dinas pupr sudah kita lakukan penanganan jangka pendek, untuk 100 meter di daerah bibir pantai,”ujarnya.
Karena itu dia juga meminta selanjutnya Dinas PU PR kota Jayapura perlu melakukan koordinasi dengan Dinas PU Provinsi Papua termasuk dengan Balai jalan untuk sama-sama mengatasi persoalan abrasi di Holtekamp dan juga di Skouw tersebut.
Dia mengungkapkan sebelumnya pengalaman abrasi juga pernah dibangun oleh pemerintah di kawasan pesisir pantai Skouw. Namun seiringnya waktu talud pengaman tersebut hilang.
“Saya pernah bertugas disana, dulunya pemerintah telah membangun talud seperti yang ada di pesisir pantai Holtekamp, tapi itu kan ada masa waktunya, pasir dia sudah naik itu semua tenggelam,” tambahnya. (roy/wen)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…