Categories: BERITA UTAMA

Perjuangan TPN-OPM Makin Kabur, Yuranus Jikwa: Jangan Tembak Warga Sipil!

Pria  yang akrab disapa Agus Rawa Kogoya pun menghimbau kepada tokoh pejuang TPN-OPM dan organisasi pejuang lainnya yang ada di seluruh wilayah Kodap pertahanannya masing-masing, agar dalam melakukan perjuangan itu lebih manusiawi

“Harusnya lebih elegan, karena banyak cara yang bisa dilakukan untuk meraih cita-cita,” ujarnya.

Kata, Agus Kogoya,  seharusnya mereka tidak melakukan aksinya dengan cara yang keji atau tidak berperikemanusiaan.

Seharusnya mereka TPN-OPM tidak membunuh dan menembak orang sembarangan.

“TPN-OPM statusnya jelas dan medan perangnyapun harus jelas. TPN-OPM itu lawan perangnya juga jelas adalah TNI-POLRI bukan masyarakat sipil,” tuturnya.

Agus Kogoya menyampaikan, masyarakat sipil baik orang Papua maupun pendatang, sama sekali tidak boleh menjadi korban tembak.

Apalagi mereka ini berkerja hanya untuk mencari  makan, bukan malah menjadi sasaran tembak atau korban perang TPN-OPM.

“Saya ingin menegaskan kepada TPN-OPM  yang ada di wilayah La Pago dan Mee Pago agar berjuang itu dengan cara-cara yang benar,” bebernya.

Agus Kogoya meminta, agar TPN-OPM jangan melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil, lalu membuat pernyataan di media yang tidak benar.

Demikian juga dengan juru bicara Sebby Sambom ketika berbicara pada media, selalu mengaku siap bertanggungjawab ketika korban perang adalah TNI-POLRI dan TPN-OPM.

Namun ketika warga sipil yang menjadi korban, Sebby Sambom selaku juru bicara TPN- OPM tidak pernah mau menyatakan bertangungjawab di media.

Seharusnya pernyataan Sebby Sambom  di media dilengkapi dengan data yang akurat bukan asal bicara dan menuding.

Karena jika menyampaikan tuduhan tanpa berikan bukti maka sulit untuk dipahami dan akan dinilai lebih kepada pembelaan diri.

Selain itu hanya untuk memperkaya perjuangan yang makin tidak jelas, karena lebih kepada motif ekonomi.

“Itu sebuah dosa besar dan pembohongan publik. Ketika TPN-OPM menembak masyarakat sipil dia Sebby Sambon selalu mengatakan bahwa itu Intelijen Indonesia atau Intelijen TNI-POLRI yang menjadi mata-mata,” sambung Agus Kogoya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Terkendala APBD dan Masalah Adat, Peninggian Jalan Kali Konya Mandek

Rencana penataan dan peninggian jalan di Konya ini sebenarnya sempat disambut antusias oleh masyarakat Kampung…

8 hours ago

PB IDI Usul Gaji Minimal Dokter Umum Rp30 Juta hingga Rp110 Juta

Langkah terobosan ini ditujukan untuk memberikan kepastian kesejahteraan, menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan bermutu, serta mendor

9 hours ago

Pelaku Curas di Muliama Masih Dalam Penyelidikan

Aksi kejahatan tersebut terjadi ketika sejumlah guru dalam perjalanan kembali menuju pusat kota  Wamena usai…

9 hours ago

Gus Kikin Pimpin PBNU

Berikut profil KH Abdul Hakim Mahfudz dirangkum dari berbagai sumber. Gus Kikin lahir pada 17…

10 hours ago

Keterlambatan Penerbangan ke Wamena Tak Pengaruhi Penyaluran BBM

Pengelola APMS Anwarudin dan Lasminingsih Wamena Suyono menyatakan untuk penyaluran BBM baik itu yang bersubsidi…

10 hours ago

Terbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur, Personel Polres Mappi Jalani Sidang Kode Etik Profesi

Sidang kode etik digelar menyusul putusan Pengadilan Negeri Merauke yang menyatakan Bripda FK terbukti secara…

11 hours ago