Categories: BERITA UTAMA

Ajukan Keberatan Pribadi,  Lukas : Mengapa Saya Diperlakukan Diskriminatif ?

JAYAPURA-Lukas Enembe yang menghadiri langsung persidangan tersebut dalam surat keberatannya menyatakan jika dirinya difitnah, dimiskinkan dan dizolimi. Dalam tanggapannya, Lukas menyampaikan untuk rakyatku Papua dimana saja berada. Saya dituduh penjudi, sekalipun bila memang benar, hal itu merupakan tindak pidana umum, bukan KPK yang mempunyai kuasa untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus judi.

Lukas juga menyampaikan jika empat kali dirinya mengalami stroke, menderita diabetes, sebelum ditahan,” diabetes saya berada distadium empat, dan setelah ditahan menjadi stadium lima. Saya juga menderita penyakit hepatetis B, darah tinggi, jantung dan banyak komplikasi penyakit dalam lainnya dan pemeriksaan terakhir dokter RSPAD menyatakan fungsi ginjal saya tingga l8%.” Ujarnya.

  Masih kata Lukas, setiap hari Selasa, penasehat hukum saya mengunjungi saya di tahanan Rutan KPK, mereka melihat tumit kaki saya makin bengkak, susah jalan, susah berbicara. Terakhir waktu penyerahan tahap kedua tanggal 12 Mei 2023. Tensi saya naik keangka 180, sehingga dokter KPK menganjurkan pemeriksaan penyerahan tahap dua dihentikan dan benar dihentikan tanpa saya tandatangan dokumen.

“Seandainya saya mati, pasti yang membunuh saya adalah KPK, dan saya sebagai kepala adat, akan menyebabkan rakyat Papua menjadi marah dan kecewa berat terhadap KPK penyebab kematian saya,” kata Lukas dalam surat keberatannya.

Kata Lukas, kasus uang Rp 1 M yang ditransfer Rijatono Lakka adalah uang pribadinya. Uang tersebutlah yang menyebabkan dirinya dituduh menerima suap.

“Tidak mungkin uang itu uang negara, karena sebagai Gubernur, saya sama sekali bukan yang mempunyai hak menggunakan anggaran. Saya bukan pengguna anggaran. Bahkan, sangkaan suap uang Rp 1 M tersebut dalam dakwaan saya, membengkak menjadi suap puluhan miliar rupiah yang menyebabkan seluruh kekayaan saya disita. Juga, tabungan saya,” ucap Lukas

Lukas juga menegaskan jika dirinya  tidak pernah memberikan fasilitas kepada Rijatono Lakka, yang dapat memperkaya Rijatono Lakka sendiri.

“Mengapa saya diperlakukan secara diskriminatif, hanya karena saya Kepala Daerah yang berhasil menjadikan rakyat saya setia ke NKRI ?,” tutup Lukas. (fia)

newsportal

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

16 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

18 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

19 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

20 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

21 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

22 hours ago