Categories: BERITA UTAMA

Nelayan Jayapura Sering Tertangkap di PNG

JAYAPURA – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jayapura, Muhammad Akmal mengungkapkan bahwa jika selama ini yang diketahui publik adalah pelintas batas kebanyakan dari PNG ke Papua dan kemudian diamankan.

Namun sejatinya kondisi serupa juga dialami warga Indonesia  di Jayapura yang  juga kerap diamankan kepolisian PNG akibat kebabalasan memasuki wilayah territorial PNG. Disini Akmal menjelaskan bahwa sejak Januari – April 2024 ada ada 19 orang warga PNG yang sudah dideportasi sedangkan ada 4 lagi yang sedang diproses hukum.

Keempat orang ini diproses hukum karena kedapatan membawa vanili. “19 orang ini dideportasi karena melakukan lintas batas tanpa dilengkapi dokumen termasuk melebihi jarak yang sudah ditentukan. Ada yang ditemukan sampai ke Sarmi dan itu sudah melanggar,” jelas Akmal di ruang kerjanya, Rabu (18/4). Ia memberi contoh jika dari Skow maka jarak yang bisa didatangi hanya sampai di Jayapura. Selebihnya bisa diproses hukum.

Namun ia  tak menampik jika nelayan dari Papua juga banyak yang diamankan di PNG karena kebablasan masuk wilayah PNG. Kebanyakan para nelayan ini beralasan terbawa angin atau ombak. Namun alasan seperti ini tidak dipercaya oleh kepolisian PNG dan langsung melakukan penahanan. Malah dikatakan perlakuan terhadap tahanan Indonesia di PNG terkadang berlebihan.

“Cukup banyak  nelayan dari Jayapura yang ditangkap karena memasuki perairan PNG  dan kadang ada bentuk penganiayaan. Sekalipun beralasan terbawa arus  polisi disana tidak mau menerima itu,” tutupnya. (ade/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

14 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

15 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

16 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

18 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

19 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

20 hours ago