Categories: BERITA UTAMA

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Gelombang diperkirakan kembali normal pada April hingga Oktober. Kondisi ini kata mantak kepala kampung Enggros itu setiap tahunnya terjadi. Masyarakat sekitar ungkapnya telah terbiasa dengan situasi tersebut dan tidak menimbulkan kepanikan. Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, situasi di pantai Holtekamp cukup ekstrem, gelombang tinggi hingga memasuki pondok (para-para) yang cukup jauh dari garis pantai. Gelombang di perkirakan tinggi mencapai 2.50-3.50 meter.

Meski pun begitu, orang-orang tampak sedang menikmati keindahan pantai itu, namun tidak berenang berenang. Tak sedikit dari mereka hanya mengabadikan momen di pantai dengan berswafoto di tengah angin yang kencang. Mengantisipasi risiko kecelakaan laut, Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya agar tidak melakukan aktivitas berenang maupun mandi di laut.

Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/3). Ia mengimbau agar warga atau wisatawan tidak berenang di pesisir karena gelombang tinggi. “Kita enggak bisa melarang, paling dikasih warning hati-hati gelombang sedang tinggi. Kalau hanya lihat-lihat pantai saja kan boleh dan aman. Kecuali berenang, mungkin bahaya,” kata Heri Purnomo dalam keterangan tertulisnya.

Heri menjelaskan gelombang tinggi di perairan Jayapura saat ini termasuk kategori tinggi yang mencapai 2.50-3.50 meter. Karena itu dia menghimbaukan kepada masyarakat terutama para nelayan untuk perhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran. “Perahu Nelayan, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m,” jelasnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 HektarPemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 Hektar

Pemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 Hektar

Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…

1 day ago

Perubahan APBD Papua Dikebut, Sejumlah DBH Belum Masuk

  Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…

1 day ago

Tahan Rasa Nyeri di Tulang Belakang, Demi Pulang Bawa Uang Untuk Keluarga

  Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…

1 day ago

Warga Kampung Amunkay Harus Rela Antre Panjang untuk Dapatkan Mitan

Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari,  mereka datang dengan…

1 day ago

Ada Monopoli Lapak Ilegal hingga Potensi Konflik di Pasar Otonom

   Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…

1 day ago

250 Anak Terlantar di Mimika, Tidak Adanya Rumah Singgah Jadi Kendala

Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…

1 day ago