Sementara Komisi Nasional, (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) RI perwakilan Papua juga mempertanyakan kinerja aparat keamanan dalam menangani kasus tersebut. Seperti diketahui kasus ini telah berjalan 62 hari lamanya namun hingga saat ini pihak terkait dalam hal ini Polda Papua belum dapat mengungkapkan siapa dalang dan pelaku dibalik kasus ini.
“Saya sejak awal mengatakan bahwa bukan soal daya ledak kecil atau daya ledaknya besar itu tidak penting. Tetapi pesan dari peristiwa ini adalah ada teror. Ada apa dengan Polda Papua, sudah dua bulan lebih kasus ini belum juga temu titik terangnya,” jelas Frits.
Frits menyebut jika dilihat dari video, pelaku teror bom dilakukan oleh orang yang terlatih dan terdidik. Tak hanya itu Frits juga menyebutkan bahwa bukan tidak mungkin pelaku memiliki jaringan yang sangat luas.
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…