Sementara Komisi Nasional, (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) RI perwakilan Papua juga mempertanyakan kinerja aparat keamanan dalam menangani kasus tersebut. Seperti diketahui kasus ini telah berjalan 62 hari lamanya namun hingga saat ini pihak terkait dalam hal ini Polda Papua belum dapat mengungkapkan siapa dalang dan pelaku dibalik kasus ini.
“Saya sejak awal mengatakan bahwa bukan soal daya ledak kecil atau daya ledaknya besar itu tidak penting. Tetapi pesan dari peristiwa ini adalah ada teror. Ada apa dengan Polda Papua, sudah dua bulan lebih kasus ini belum juga temu titik terangnya,” jelas Frits.
Frits menyebut jika dilihat dari video, pelaku teror bom dilakukan oleh orang yang terlatih dan terdidik. Tak hanya itu Frits juga menyebutkan bahwa bukan tidak mungkin pelaku memiliki jaringan yang sangat luas.
Kelompok masyarakat asal wilayah pegunungan kembali mengajukan tuntutan ganti rugi atau denda adat menyusul tewasnya…
DPR Papua menggelar rapat paripurna pembukaan penetapan rekomendasi DPR Papua terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)…
Upaya pencarian terhadap korban yang hanyut di Kali Uwe beberapa waktu lalu belum usai. Di…
Menyikapi krisis kemanusiaan ini, Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bergerak cepat mengambil peran ganda tidak hanya…
Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, secara tegas menyatakan penghentian rencana pembangunan Dermaga…
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pangan setempat terus memastikan hewan kurban yang akan dipotong pada…