Namun, sampai dengan saat ini masyarakat belum mendapatkan kejelasan mengenai hal tersebut. “Kami datang untuk meminta kejelasan langsung dari manajemen PTFI terkait rapat AMDAL dan kompensasi,” ungkap Arnold dalam orasinya.
“Jika tidak ada penyelesaian, kami akan terus duduk di sini dan bahkan menutup aktivitas kantor YPMAK,” lanjutnya.
Berkaitan dengan ini, Arnold menuding jika dokumen AMDAL PTFI tahun 2023 memuat informasi yang tidak sesuai kenyataan dan tidak melibatkan masyarakat secara utuh dalam proses penyusunannya.
Sementara itu, terkait aksi tersebut, Vice President Community Relations PTFI, Engel Enoch, menyatakan bahwa pihaknya membuka diri dan siap berdialog dengan masyarakat. “Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk menerima dan mendengar langsung aspirasi masyarakat,” tuturnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Suster Yosephin Temelap mengatakan, api muncul dengan cepat diduga dari area dapur. Saat itu aktivitas…
Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…
Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…