Categories: BERITA UTAMA

Wakil Dogiyai dan Deiyai Serahkan Aspirasi Penolakan DOB

JAYAPURA – Tak hanya kelompok muda maupun masyarakat adat yang tergabung dalam Dewan Adat Papua (DAP) yang menyampaikan penolakan terhadap lahirnya otonomi baru di Papua. Kelompok lainnya juga disuarakan oleh masyarakat di Dogiyai dan Deiyai yang menolak DOB.

Belasan anggota DPRD dari dua kabupaten tersebut mendatangi DPR Papua untuk meneruskan aspirasi yang mereka terima. Di DPRP mereka diterima oleh Wakil Ketua I, Dr Yunus Wonda dan Ketua Kelompok Khusus, John Gobay.

Ketua Pansus Aspirasi Rakyat Dogiyai, Simon Petrus Pekei menyampaikan bahwa ada tiga poin yang disampaikan. Pertama penolakan pembentukan Polres dan Kodim di Dogiyai. Kedua, penolakan DOB di Papua dan ketiga penolakan perpanjangan Otsus di tanah Papua.

“Aspirasi ini kami minta disuarakan hingga pusat karena demo di Dogiyai soal menolak DOB ini banyak sekali yang menyuarakan saat mereka demo,” kata Simon kepada wartawan di gedung DPRP, Selasa (17/5)

Dikatakan selain DOB, persoalan pembangunan Polres dan Kodim ini juga banyak menuai protes. Kata Simon, sejak beberapa tahun lalu sebelum Polres sementara dibangun, masyarakat sudah enam kali melakukan aksi demo kemudian setelah Polres sementara dibangun ternyata ada dua kali dilakukan aksi demo.

“Sikap masyarakat jelas bahwa jika keinginan ini tidak diakomodir maka masyarakat akan mengambil inisiatif untuk melakukan mogok sipil nasional (MSN). Seluruh Papua akan dimulai dari Kabupaten Dogiyai.” ujarnya.

Alasan menolak Polres adalah sebelum ada Polres persiapan ini sudah lima kali terjadi kasus Dogiyai berdarah dan jika Polres dan Kodim ada maka masyarakat khawatir akan lebih banyak pertumpahan darah.

“Selama ini masih dinaungi oleh Polres Nabire. Jika alasan geografis kami pikir jarak Deiyai dan Dogiai hanya 15 Km dan Dogiyai dan Paniai hanya 13 Km, kenapa tidak ditangani Polres Paniai saja yang dekat,” imbuhnya.

Lalu untuk alasan masyarakat atas penolakan DOB dikatakan menjadi aspirasi akar rumput dimana jika dimekarkan maka kepunahan orang Papua akan semakin dekat. Terkait ini Wakil Ketua 1 DPRP Yunus Wonda menyampaikan bahwa ia akan meneruskan aspirasi tersebut hingga ke DPR RI. Diakui bukan Dogiyai dan Deiya saja yang menyampaikan penolakan dari banyak kabupaten.

“Bahkan bisa dibilang 80 persen penduduk di Papua itu menolak pemekaran, jadi salah kalau mengatakan 80 persen menerima pemekaran,” tegas Yunus. Ia semendapat bahwa pemekaran hanya kepentingan elit dan bukan aspirasi murni masyarakat. “Kita hanya menuju gerbang kepunahan jika betul terjadi,” tutup Yunus. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Tegas! Bupati Keerom Copot Kepala Kampung yang Terjerat Utang Rentenir

Sanksi tegas ini diberlakukan menyusul adanya insiden penagihan paksa oleh para oknum rentenir kepada kepala…

3 hours ago

Diklat Paskibraka 2026 Diharapkan Ajanb Pembentukan Karakter Generasi Muda

"Pendidikan dan pelatihan Paskibraka bukan sekadar proses mempersiapkan petugas pengibar Bendera Merah Putih pada upacara…

4 hours ago

Tim Kuasa Hukum LB Tegaskan Putusan Praperadilan Bukan Pembenaran Mutlak Penyidikan

Penegasan tersebut disampaikan dalam siaran pers yang dikeluarkan ARKR Law Office & Associates sebagai respons…

5 hours ago

Ekspedisi Patriot Siap Bangun Potensi Lokal di Kawasan Transmigrasi Keerom

Ekspedisi Patriot merupakan program kerjasama Undip dengan Pemerintah Kabupaten Keerom yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi…

6 hours ago

Polres Jayapura Perketat Perburuan Jaringan Narkoba

Kasat Resnarkoba Polres Jayapura AKP Bima Nugraha Putra mengatakan, penerapan Restorative Justice dilakukan secara selektif…

7 hours ago

Truk Bermuatan Kayu Terbalik, Satu Luka Berat Sembilan Orang Luka Ringan

Insiden maut ini mengakibatkan satu orang penumpang mengalami luka berat dan sembilan lainnya—termasuk dua anak…

8 hours ago