

Korban NW (28) yang mendapat penanganan medis di RSUD Wamena Rabu (15/4),
WAMENA- Gara-gara menanyakan keberadaan sebuah handphone (HP) seorang pemuda berinisial DW (24), nekat menghabisi kakak kandungnya sendiri NW (28) di pasar baru jibama Rabu (15/4) sore.
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, ironisnya pelaku bukan dari kalangan lain namun merupakan adik kandung korban sendiri.
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula saat diduga pelaku (DW) menanyakan keberadaan handphone miliknya kepada korban NW. Namun korban mengaku tidak mengetahui keberadaan barang tersebut.
Mendengar jawaban tersebut, sang adik atau pelaku emosi kemudian mengambil speaker milik korban dan mengancam akan membakarnya, sehingga terjadi adu mulut antara korban dan diduga pelaku.
“Saksi yang berada di tempat kejadian sempat membantu melerai pertengkaran keduanya.
Namun, tiba – tiba diduga pelaku (DW) menikam tubuh korban sebanyak 1 kali, sehingga saat itu juga korban terjatuh dengan kondisi luka tusuk,”jelas Marcelino.
Lanjut Kasat Reskrim, melihat kejadian tersebut, saksi bersama rekan lainnya dan juga diduga pelaku (DW) segera membawa korban ke RSUD Wamena menggunakan ojek dan setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan sudah meninggal dunia, lalu korban dibawa ke ruang jenazah untuk keperluan visum, dan hasil pemeriksaan awal, ditemukan 1 luka tusuk pada tubuh korban, dibagian bahu kiri.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…