Categories: BERITA UTAMA

Putusan Hakim Dilaporkan ke Komisi Yudicial

Keluarga Pencabulan Oknum Polisi Sempat Diintimidasi

JAYAPURA – Buntut bebasnya oknum polisi berinisial AF yang bertugas di Polres Keerom atas kasus pencabulan anak di bawah umur, pihak keluarga hingga kini masih terus mencari keadilan. Ini setelah majelis hakim memberi putusan bebas dan dianggap tidak memberi rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.

Putusan ini juga yang kemudian ditindaklanjuti dengan dilaporkan ke Komisi Yudicial maupun ke dewan  etik Mahkamah Agung.

“Sudah kami laporkan ke Komisi Yudicial dan Mahkamah Agung. Semoga ada kebijakan yang berpihak pada korban dan keluarga,” kata Dede, kuasa hukum pihak keluarga melalui ponselnya, Minggu (16/3).

Putusan ini diketok pada Senin (20/1/2025) lewar rapat permusyarawatan majelis hakim Pengadilan Jayapura yang dipimpin Zaka Talpatty SH, MH didampingi Korneles Waroi serta Ronald Lauterboom. Selain itu, putusan ini juga diajukan ke tingkat kasasi lantaran sama sekali tidak mempertimbangkan nilai keadilan bagi si korban.

Apalagi jelas-jelas dalam pembuktian yang menghadirkan saksi ahli dan dokter sudah jelas menyebut jika terjadi tindakan asusila. Anehnya keterangan ini dianggap tidak menjadi bahan pertimbangan sehingga AF yang merupakan anggota Polisi dari Polres Keerom dinyatakan bebas dari tuntutan 12 tahun penjara.

Tak hanya itu, selama berproses ternyata pihak keluarga juga mendapat bentuk intimidasi dari pihak keluarga pelaku.  

“Waktu itu keluarga pelaku pernah datang setelah kasus ini kita naikan ke Polda  pada akhir tahun 2023. Lalu malamnya paman  pelaku yang juga anggota Polres Keerom datang ke rumah mempertanyakan bahwa bukannya kasus ini sudah diselesaikan di Polres dan mengapa justru dinaikkan ke Polda?,” ungkap kakak korban.

Paman pelaku juga menyampaikan bahwa ia tak ada urusan dengan kuasa hukum korban dan menunggu di Polda. “Saya tidak ada urusan dengan penasehat hukum kalian, kalau kalian mau ketemu nanti di Polda saja,” ucap kakak korban menirukan penyampaian paman pelaku. Ayah korban juga menyesali putusan pengadilan ini.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

2 days ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

2 days ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

2 days ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

2 days ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

2 days ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

2 days ago