Categories: BERITA UTAMA

Anggota TNI yang Disebut Meninggal Kini Kembali Bertugas

JAYAPURA – Kodam XVII Cenderawasih kembali menegaskan bahwa kabar terkait penyerangan Pos TNI di Titigi, Intan Jaya dan menewaskan seorang anggotanya adalah kabar bohong. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dinyatakan masih gemar menyampaikan informasi bohong kepada public.

Prajurit yang dikatakan tertembak kemudian membusuk ditegaskan tidak benar. Yang terjadi adalah prajurit TNI tersebut terkena recoil set atau terkena pantulan peluru saat KKB menembak pagar kantor Bupati Intan Jaya. Namun anggota tersebut kini sudah membaik segera bertugas kembali.

Dan yang terjadi menurut Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan adalah KKB sering menunjukkan jika mereka kelompok yang kuat dan mampu  meladeni perlawanan dan tindakan penegakan hukum yang diambil TNI Polri.

Padahal yang terjadi, usai membakar, menembak merusak dan membunuh, para pelaku langsung kabur dan tidak berani berhadapan langsung dengan aparat keamanan. Tak  hanya itu, KKB juga selalu menjadikan warga sipil sebagai tameng.

KKB jika menembak atau membunuh tidak lagi  pandang bulu. Warga sipil juga ikut dibantai.

“Yang sering kami temui di lapangan ya seperti itu, mereka (KKB) berbaur dengan masyarakat untuk menjadikan tameng kemudian melancarkan aksi penyerangan. Nanti dikejar selalu berlindung di tengah warga,” sindir Chandra, Rabu (31/1).

Ini termasuk perkembangan terakhir situasi di wilayah Intan Jaya yang mulai kondusif. Warga sudah mulai melakukan aktifitas seperti biasa.

“Jadi penyampaian bahwa penyerangan ke Pos Titigi kemudian ada anggota yang kena dan tidak bisa diambil hingga akhirnya membusuk adalah kabar bohong. Tidak ada itu,” tegasnya.

“Termasuk mengangkat isu Patung Yesus yang sebenarnya telah dibahas dan telah diselesaikan oleh unsur Forkopimda dan para tokoh di Intan Jaya. Semua sudah sepakat namun KKB memunculkan isu tentang adanya bom dalam patung, itu konyol dan tidak masuk akal,” bebernya.

“Dari  karakter KKB ini kami tetap berhati-hati dalam bertindak demi menghindari terjadinya korban masyarakat sipil dan mohon doanya semoga semua lebih kondusif,” tutupnya. (ade/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Nasib Rahmad Darmawan Ditentukan Pekan Depan

Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…

16 hours ago

Lagi, 7 Jenazah Korban Jembatan Roboh Ditemukan

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…

17 hours ago

Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara Polri Transparan

Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…

18 hours ago

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

19 hours ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

20 hours ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

21 hours ago