

Kemenag Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
SANTANI – Petugas kepolisian saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap Frenky Monim. Pria yang sempat disebut-sebut mengklaim diri sebagai Tuhan dan diduga menyebarkan ajaran sesat kepada masyarakat di Genyem, Sentani Barat, Kamis (15/5) kemarin.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Jayapura, Kompol Septen Sianturi membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan mendalam kepada Frenky Monim yang sempat viral. “Sebenarnya, yang bersangkutan datang ke Polres Jayapura, hendak membuat laporan polisi terkait pencemaran nama baik yang beredar di Media Sosial, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (15/5) kemarin.
Diakuinya, kedatangan Frenky Monim bukan karena dilakukan penjemputan paksa atau sebagainya, namun upaya dari yang bersangkutan. “Karena petugas mengenal ciri-ciri yang bersangkutan, langsung diarahkan untuk memberikan keterangan lebih dalam mengenai video viral tersebut. Ia dia diinterogasi terkait cara beribadah dan kepercayaan dari Frenky Monim, ” beber Septen.
Menurut Kabag Ops, yang bersangkutan belum dapat ditetapkan sebagai tersangka, karena tidak ada laporan dari warga setempat atau dari anggota jemaatnya yang merasa dirugikan. “Kami hanya melakukan pemeriksaan, namun dari keterangan Frenky Monim bahwa ia membantah melakukan pengajaran yang tidak senonoh, beliau merupakan pemeluk agama kristen, mempelajari Alkitab, meski memang untuk jadwal ibadah dilakukan setiap pukul 19.00-20.00 WIT dan ibadah subuh pukul 03.00 WIT, ” jelasnya.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…