

Wapres Gibran Rakabuming Raka membeli jualan warga di Wamena, Rabu (14/1). (foto: Istimewa)
WAMENA – Usai melakukan kunjungan ke Pasar Potikelek dan melihat langsung perlaksanaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Wamena. Wapres Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Yahukimo, namun ketika sampai di Bandara Wamena rencana tersebut berubah hingga harus bertolak ke Biak.
Gubernur Papua Pegunungan Dr (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A mengaku jika selaku pemerintah daerah pihaknya baru mendengar kabar jika Wapres tak jadi ke Kabupaten Yahukimo lantaran ada satu dan lain hal yang harus dilakukan sehingga harus berbalik arah ke Kabupaten Biak Numfor untuk mengganti pesawat.
“Kami juga baru mendengar apabila Wapres Gibran tak jadi ke Yahukimo dan lanjut ke Biak untuk ganti pesawat selanjutnya melanjukan perjalanan ke Jakarta,”ungkapnya saat ditemui di Wamena, Rabu (14/1).
Menurutnya, sampai dengan saat ini pemerintah Provinsi Papua Pegunungan belum mengetahui secara pasti penyebab perubahan jadwal kunker dari Wapres Ke Kabupaten Yahukimo yang juga menjadi bagian dari salah satu wilayah Kabupaten yang ada di Papua Pegunungan, namun beberapa agenda sudah diselesaikan di Kabupaten Jayawijaya.
Secara terpisah Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang menyatakan perubahan jadwal kunker ini sebenarnya dari protokol Wapres sudah menyampaikan, jika semuanya itu dinamis, artinya kapan saja bisa berubah sesuai maksud tujuan.
“Tadi sudah dipertimbangkan untuk rombongan kembali ke Kabupaten Biak Numfor, mungkin ada pertimbangan lain yang kami tidak tahu, atau kemungkinan ada hal lain di pusat yang membuat wapres harus kembali ke Jakarta.”katanya
Ilham juga menilai perubahan jadwal ini bukan karena keadaan yang kurang kondusif di Yahukimo, sebab disana juga aparat TNI/Polri sudah siap untuk melakukan pengamanan, dan itu sudah dilaporkan,sehingga perubahan jadwal ini kemungkinan ada kegiatan mendesak wapres di pusat.
Page: 1 2
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…