Tidak dijelaskan secara rinci direktur LBH APIK itu menyebut laporan paling banyak datang dari kota Jayapura ketimbang daerah sekitarnya seperti, kabupaten Jayapura, Keerom dan beberapa wilayah lainnya.
Lebih lanjut Nur menungkapkan, untuk kasus kekerasan seksual rata-rata korbannya masih anak-anak atau remaja, dengan kisaran usia 8-13 tahun. Kondisi ini menurutnya tentunya sangat memprihatinkan. Untuk itu ia berharap pentingnya peran orang tua dalam mengawasi setiap gerak-gerik anak-anaknya.
Di satu sisi LBH APIK Jayapura juga mencatat proses penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan cenderung didorong melalui mediasi atau keadilan restoratif.
Nur menegaskan, laporan jumlah kasus tersebut di atas menggambarkan situasi dan kondisi pada 2024 dan 2025 yang belum berpihak terhadap perempuan korban kekerasan.
Menurutnya banyak kasus kekerasan kepada perempuan menunjukkan masih belum adanya kebijakan yang komprehensif dalam penghapusan kekerasan atas perempuan dan anak.
”Meningkatnya kasus-kasus merupakan gambaran menguatnya kepercayaan diri korban untuk bersuara. Jadi, bolehlah dalam satu sisi, kita membangun optimisme,” pungkasnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Merauke, Ipda Stevend Dapo,…
Koordinator Devisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Provinsi Papua Pegunungan Naftali Emmanuel Pawika mengatakan rekapitulasi…
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Barat Daya, Atika Rafika yang dalam hal…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH sebelum pertemuan ini, pihaknya telah meminta kepada kepala dinas…
Sekretaris Asosiasi 328 Kepala Kampung Se Jayawijaya Sem Uaga menegaskan jika menyikapi adanya informas yang…
Kedua tersangka masing-masing berinisial EK dan RS. Tersangka EK diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap…