Categories: BERITA UTAMA

Markas Kodap XVI Dikepung, 13 Senjata Api Ditemukan

JAKARTA – Satgas Habema mengamankan 13 pucuk senjata api rakitan dan organik dari markas Kelompok Kriminal Bersenjata Kodap XVI Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kegiatan penindakan itu dilaksanakan secara terukur dan profesional pada Sabtu (13/12), dengan melibatkan berbagai Satuan Tugas TNI yang berada kendali Koops Habema.

Pangkoops Satgas Habema Mayor Jenderal TNI Lucky Avianto dihubungi dari Jayapura, Papua, Senin, mengatakan penindakan itu sebagai bagian dari upaya negara dalam menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata yang melakukan aksi kekerasan dan intimidasi terhadap warga di Yahukimo.

Dalam operasi tersebut, aparat TNI berhasil menguasai dan melumpuhkan sejumlah lokasi yang digunakan sebagai basis aktivitas KKB Kodap XVI Yahukimo. Selain itu, pasukan TNI juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 13 pucuk senjata api rakitan dan organik, 23 butir amunisi berbagai kaliber, alat komunikasi radio HT dan telepon genggam, perlengkapan optik dan pendukung pengamatan, senjata tajam tradisional, dan berbagai dokumen .

Saat ini, berbagai barang bukti tersebut diamankan di pos komando TNI di Dekai untuk kepentingan pendalaman, pendataan, dan pengembangan informasi. “Operasi ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata yang dilakukan secara terukur, profesional, dan sesuai aturan pelibatan, karena TNI hadir untuk menjamin keamanan masyarakat Papua,” kata Lucky.

Pangkoops Satgas Habema menegaskan setiap prajurit dibekali perintah yang jelas untuk mengedepankan keselamatan rakyat sehingga klaim yang beredar terkait korban dari aparat tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami pastikan tidak ada prajurit TNI yang gugur dalam operasi ini dan informasi yang disebarkan oleh KKB bertujuan membangun opini menyesatkan dan tidak sesuai fakta lapangan. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan sepenuhnya upaya penegakan keamanan kepada aparat negara,” kata Lucky Avianto. (*/ANTARA)

Juna Cepos

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

2 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

2 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

2 days ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

2 days ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

2 days ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

2 days ago