

Seorang Pedagang Sayur Tewas di Pintu Masuk Gereja
JAYAPURA – Rasa aman di Kabupaten Yahukimo belakangan ini menjadi sesuatu yang mahal. Hampir tak terhitung aksi begal dan curas yang kerap terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Dan kebanyakan korbannya adalah warga sipil. Belum kering air mata dari meninggalnya seorang guru Melani Wamea (31), kejadian lain terjadi Selasa (14/10) sekira pukul 18.45 WIT.
Seorang pedagang sayur bernama Bahar akhirnya meregang nyawa usai dianiaya oleh orang tak dikenal (OTK). Mirisnya kejadian ini terjadi di pintu masuk gereja di Km 4. Bahar baru saja mengantar sayur mayur dan ubi sesuai pesanan panitia peresmian gereja. Namun saat hendak pulang ia dicegat OTK dan langsung dianiaya.
Pria paruh baya ini sempat melarikan diri namun kembali dihajar di bagian kepala hingga jatuh tersungkur. “Korban ini adalah sopir mobil pick up yang diminta panitia peresmian mengantar sayur-sayuran dan ubi-ubian untuk persiapan acara peresmian Gereja GIDI Jemaat Siloam besok (Rabu, 15/10),” kata Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino melalui ponselnya tadi malam.
Page: 1 2
Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…
Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…
Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…
Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…