Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM Minta Kapolda Segera Lakukan Penegakan Hukum

Terkait Pembunuhan Warga Sipil yang Dilakukan OPM di Paniai

JAYAPURA – Komnas HAM RI Perwakilan Papua mengecam pembunuhan seorang warga sipil di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah yang terjadi belum lama ini. Dimana aksi pembunuhan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu dinilai melanggar nilai-nilai dan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).

Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menyatakan pihaknya memberi perhatian serius pada kasus ini.

”Kami meminta Kapolda Papua melakukan proses penegakan hukum secara cepat, tepat, jujur, terbuka dan adil sesuai prinsip HAM. Secepatnya para pelaku harus ditangkap dan diadili sesuai mekanisme hukum yang berlaku guna menjawab keresahan masyarakat serta memberikan rasa adil kepada keluarga korban,” ucap Frits, dalam keterangan persnya kepada wartawan di Kantor Komnas HAM, Kamis (13/6).

Selain itu, Komnas HAM juga juga meminta pemerintah daerah dan kepolisian memberikan jaminan keamanan bagi warga di Paniai. ”Kami meminta tetap mengupayakan pendekatan humanis guna memitigasi kekerasan di masa mendatang,” ucapnya.

Frits menambahkan, Komnas HAM juga mendesak Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) atau Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TNPB-OPM) agar menghormati nilai-nilai dan prinsip HAM. ”Hentikan kekerasan, intimidasi dan provokasi dalam berbagai bentuk yang dapat merenggut korban jiwa dan terganggunya kondisi keamanan,” tegas Frits.

Komnas HAM kata Frits memberi perhatian serius kepada kasus ini. Sebab berpotensi menyebar ketakutan tapi juga bisa menimbulkan reaksi lebih luas. “Sebab orangnya sudah dibunuh kemudian dibakar itu sangat keji,” tegasnya.

Terkait hal ini, Komnas HAM meminta kelompok sipil bersenjata atau OPM untuk tidak melakukan tindakan tindakan kekerasan yang secara masif dan intimidasi tetapi juga provokasi. “Tindakan kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan hanya memperpanjang proses yang mengakibatkan warga sipil menjadi korban,” ujarnya.

Frits juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan konflik seperti Puncak, Puncak Jaya, Nduga, Intan Jaya, Pengunungan Bintang, Yahukimo agar aktivitasnya   memperhatikan keamanan diri.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

6 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

8 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

9 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

10 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

11 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

12 hours ago