Categories: BERITA UTAMA

Pengacara Sebut Hotel di Angkasa Bukan Milik Lukas Enembe

JAYAPURA – Dua stiker milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipasang di hotel yang diduga milik Gubernur Papua non aktif Lukas Enembe. Adapun stiker tersebut tertulis berdasarkan surat perintah penyitaan Nomor : Sprin.Sita/92/DIK. O1.05/01/09/2022 tanggal 5 september 2022. Tanah dan banguman ini telah disita dalam perkara tindak pidana korupsi dengan tersangka Lukas Enembe.

Dari pantauan Cenderawasih Pos di lapangan Jumat (14/4). Stiker tersebut dipasang KPK di dinding bangunan hotel serta dinding pos penjagaan. Tak terlihat orang di dalam bangunan berlantai lima itu, pintu pagar terbuka namun pintu masuk ke dalam hotel terkunci.

Warga Angkasa Anius Tabuni yang ditemui Cenderawasih Pos menyampaikan, KPK mendatangi gedung berlantai lima itu pada Rabu (12/4). Mereka datang dengan pengawal Brimob.

“KPK berada di lokasi mulai dari pukul 15:00 WIT hingga pukul 17:00 WIT. Mereka lakukan pemasangan stiker di dua tempat, dinding bangunan hotel dan pos penjagaan. Usai melakukan pemasangan dan mengecek lokasi, mereka langsung pulang,” terang Anius.

Hanya saja kata Anius, KPK hanya berada di luar bangunan lantai lima itu. Mengingat bangunan tersebut terkunci dan yang pegang kunci tidak datang.

Anius mengaku tak tahu siapa pemilik dari bangunan berlantai lima itu. Hanya saja, informasi yang beredar di masyarakat bangunan tersebut milik Lukas Enembe.

“Saya sendiri tidak tahu itu punya siapa, omongan di masyarakat menyatakan itu milik Lukas Enembe. Namun selama gedung ini dibangun, belum pernah melihat Lukas atau pun keluarganya mendatangi lokasi,” terangnya.

Anius menyatakan jika bangunan tersebut dibangun sejak tahun 2020 atau 2021 masa PON.

Sementara itu, Pengacara Lukas Enembe, Petrus Bala Pattyona menyebut hingga kini pihaknya belum tahu menahu soal kepemilikan hotel tersebut termasuk saat dilakukan penyegelan atau penyitaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (12/4)

Petrus juga menegaskan bahwa hotel yang berlokasi di Angkasa, Distrik Jayapura Utara itu bukan milik kliennya. Bahkan ia sendiri belum pernah melihat suratnya.

“Soal disegelnya aset di angkasa kita tidak tahu, termasuk tidak tahu kaitannya apa dengan klien kami. Terkait hotel tersebut, kita baru tahu dalam dakwaan Laka bahwa ada renovasi hotel dengan budget Rp 25 M,” kata Petrus saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat  (14/4).

“Pengakuan Lukas, hotel di Angkasa bukan miliknya. Bahkan klien kami sendiri tidak tahu menahu dengan hotel tersebut,” tegasnya.

Petrus pun tak memungkiri bahwa saat Lukas diperiksa penyidik KPK pada Rabu (12/4) lalu, dalam dakwaan Laka tercantum membangun Hotel Angkasa. Hanya saja tak ada pertanyaan itu saat kliennya diperiksa.

”Sewaktu klien saya di BAP, pertanyaannya sebatas mengenai harta kekayaannya. Lukas saat itu menyampaikan bahwa ia hanya memiliki rumah di Santa Rosa dan di Koya, sementara rumah di Pantai Indah Kapuk merupakan rumah sewaan,” terangnya.

Disampaikan Petrus, beberapa barang milik Lukas Enembe sudah disita seperti emas hingga ikat pinggang kepala macan.

“Ada emas dengan berat 1 kg milik Lukas yang sudah disita. Namun dalam pemeriksaan, KPK hanya memperlihatkan dalam bentuk gambar kepada klien kami. Emas itu Bapak Lukas menjelaskan bahwa emas tersebut buatannya sendiri, karena di dalam bongkahan emas itu tertulis Made by Lukas Enembe,” tuturnya.

Selain itu lanjut Petrus, materi pertanyaannya mengenai aset pribadi bapak Lukas termasuk  satu ikat pinggang kepala macan. Dan itu semua disita dari rumah beliau yang disewa di Pantai Indah Kapuk. (fia/wen/antara)

newsportal

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

19 hours ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

19 hours ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

20 hours ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

20 hours ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

21 hours ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

21 hours ago