

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap dua nelayan yang hilang di perairan Jayapura, sejak Senin (5/1) lalu. (Foto/Humas SAR Jayapura)
SAR Gabungan Lakukan Pencarian hingga Perbatasan PNG
JAYAPURA–Sembilan hari sudah keberadaan, dua orang nelayan, Agus Salim (30) dan Sa’dai (40) yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Jayapura pada Senin (5/1) lalu, hingga kemarin belum berhasil ditemukan. Tim SAR Jayapura bersama unsur gabungan masih terus melakukan upaya pencarian.
Humas Kantor SAR Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan pencarian telah dilakukan hingga mendekati perairan perbatasan Papua Nugini (PNG), namun belum membuahkan hasil.
“Kami sudah melakukan pencarian hingga ke perbatasan PNG, tetapi keberadaan kedua korban masih belum ditemukan,” ujar Silvia melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/1).
Peristiwa ini bermula pada Senin (5/1), ketika dua nelayan tersebut berangkat melaut untuk mencari ikan di perairan Jayapura. Pihak keluarga awalnya tidak merasa khawatir karena korban biasanya melaut selama empat hari sebelum kembali ke rumah.
Namun, setelah enam hari tidak kembali dan tanpa kabar, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Jayapura pada Minggu (11/1).
Plh. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jayapura, Elia Wassanggai, menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari seorang warga bernama Hasniyah.
Page: 1 2
‘’Yang dia berikan kepada kami foto copy STNK. Aslinya tidak ditunjukkan. Kemudian BPKB juga tidak…
Kepada wartawan di Universitas Cenderawasih (Uncen) pada, Senin (20/1/2026) pria yang akrab disapa Pigai itu…
Nilai proyek pembangunan dermaga apung Marampa tahap IV yang tercantum dalam daftar pelaksana anggaran (DPA)…
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bakal melakukan sidak terhadap perusahaan baja asal Tiongkok…
Maidi diduga terlibat dalam kasus dugaan fee proyek serta penyimpangan dana Corporate Social Responsibility (CSR).…
Pada tahap awal, tunjangan sebesar Rp 30 Juta tersebut akan diberikan kepada sekitar 1.500 dokter…