Categories: METROPOLIS

Jembatan Merah Gelap Gulita, Warga Mengeluh

JAYAPURA – Gelap yang menyelimuti Jembatan Merah Youtefa dalam beberapa hari terakhir kini menjadi perhatian serius masyarakat kota Jayapura. Satu-satunya jembatan penghubung antara Kota Jayapura dan distrik Muara Tami itu tak lagi memiliki penerangan memadai setelah seluruh lampu jalan di kawasan tersebut padam total.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan keluhan dari para pengendara serta warga sekitar yang melewati jalan tersebut, khususnya pada malam hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos di lokasi, Penerangan Jembatan dan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jembatan Merah mulai mati total diperkirakan sejak Kamis, 8 Januari 2026.

Namun masyarakat setempat tidak mengetahui pasti alasan alasan dipadamkannya lampu penerang di sepanjang jembatan tersebut. Ada yang menilai, pemerintah sengaja melakukan hal tersebut lantaran warga yang mengunjungi tempat ikon di kota Jayapura itu terkadang membuang sampah sembarang yang mengakibatkan nilai estetika jembatan seakan tak terawat.

Namun tak sedikit juga warga yang mengeluh, minimnya penerangan di lokasi jembatan merah dapat memicu kecelakaan yang fatal terutama pada malam hari.

Kamil (29) warga Kota Jayapura yang melintas di jembatan itu menyampaikan, selain membahayakan keselamatan, kondisi ini juga dapat menimbulkan Rasa Tidak Nyaman Dan kecemasan akan potensi kecelakaan.

“Sepanjang jembatan itu gelap Gulita kalau malam, apalagi kendaraan yang melintas juga cukup ramai. Ini membuat kita waswas setiap kali melintasi,” ungkap Kamil kepada Cenderawasih Pos di Jembatan Merah, Senin (12/1) malam.

Sebagai warga kota Jayapura ia mengaku sering nongkrong di jembatan setiap malam. Selain tempat Nongkrong jembatan juga tempat favorit para pemuda dan masyarakat untuk swafoto. Sebutnya minimnya penerangan di sepanjang jalan tersebut membuat area menjadi gelap gulita, sehingga mengurangi jarak pandang pengendara.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

30 minutes ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

13 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

21 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

22 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

24 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

1 day ago