Categories: BERITA UTAMA

Ada Puluhan ASN Terlibat Konflik Kwamki Narama

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Puncak akan menjatuhi sanksi tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut terlibat konflik di Distrik Kwamki Narama.Seperti diketahui, konflik dua kelompok warga di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama yang berlangsung sejak 31 Oktober 2025 telah berakhir dan berujung damai pada Senin, 12 Januari 2026.

Penjabat (P) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, mengatakan bahwa dalam konflik tersebut ternyata ada keterlibatan dari oknum ASN, Mantan Kepala Distrik dan Kepala Kampung. Ha itu berdasarkan data yang ia peroleh.

Sanksi diberikan karena menurutnya sebagai ASN mereka mengerti jika konflik adalah salah dan seharusnya tidak ikut bergabung, dan memberikan edukasi jika apa yang dilakukan masyarakat.

“Jadi ini sanksi disiplin akan kami lakukan. Saya sudah pendataan, jadi ketika perang terjadi 4 bulan ini, ada pegawai negeri dari Puncak terlibat, kami tidak akan tolerir lagi, tidak akan ampun-ampun,” ungkapnya Nenu, Selasa (13/1).

Ia memastikan akan menegakkan aturan main. “Aturan tegas akan kami tegakkan. ASN itu orang mengerti, sudah pegawai negeri baru ikut bergabung lagi dalam perang, ini tidak diperbolehkan. Jadi jangan ASN coba-coba untuk ikut perang,” sambungnya.

Nenu memperkirakan ada puluhan ASN yang terlibat dalam konflik tersebut. Parahnya lagi, mereka pun ikut terbagi dalam dua kubu.

“Ya, kita ini saling tahu. Jadi ya saling salaman tadi. Wah, ini pegawai negeri, anda terlibat! Ini tidak boleh terjadi. DPR juga terlibat, itu tidak boleh,” tutupnya.Nenu mengaku menyesali tindakan yang dipilih oleh para oknum tersebut. Untuk itu, ia akan melaporkannya kepada Bupati Puncak untuk ditindak tegas sesuai disiplin ASN. (mww/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

9 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

17 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

18 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

20 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

21 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

22 hours ago