Categories: BERITA UTAMA

Tatib DPRP Berisi Poin Pimpinan Harus OAP

JAYAPURA – DPR Papua nampaknya belum move one  dan masih ngotot soal pimpinan DPR Papua. Mereka meminta pimpinan DPRP  haruslah orang asli Papua. Ini dikatakan demi kesulungan atau hak politik OAP yang selama ini terkesan selalu menjadi nomor dua. Harusnya bisa menjadi kebanggaan di negeri sendiri meski secara aturan tak ada yang menyebut bahwa pimpinan DPRP haruslah OAP. 

“Itu juga yang kami sampaikan ke Mendagri. Pimpinan DPRP haruslah OAP dan itu masuk dalam tata tertib yang kami konsultasikan,” kata salah satu anggota DPRP, Amos Edoway  usai kembali dari Jakarta bersama tim DPRP yang  masuk dalam tim Tata Tertib DPRP, Jumat (13/12).

 Ia menyebut dari 19 anggota DPRP yang menghadap Dirjen Kemendagri ini semua satu suara dan  dari konsultasi ini akan dibawa untuk diparipurnakan. Kata Amos jika bicara representasi maka pimpinan lembaga bisa menjadi cermin untuk itu. “Rasa mencintai negara ini jangan  diperkecil tapi bagaimana melayani orang Papua dimana hak politiknya bisa tetap diakomodir. Harga diri orang Papua itu ada di DPRP, kalau wakil pimpinan atau pimpinan komisi silahkan saja dari non OAP tapi pimpinan lembaga kami tetap meminta OAP,”  jelasnya. 

Ditanya soal 69 anggota DPRP yang sebagian besar adalah OAP apakah tidak mewakili hak politik  OAP selama ini hingga harus meminta jabatan pimpinan lagi, kata Amos hak politik memang ada tapi posisi yang diinginkan jangan menggangu pucuk pimpinan. “Posisi wakil silakan namun jangan posisi pimpinan. Kami pikir kemarin NasDem juga harusnya konsultasi ke MRP dulu soal keaslian orang asli Papua, nanti MRP yang jelaskan semua,” tambah Amos yang menyatakan mewakili suara rakyatnya. 

 Disinggung bahwa Otsus disahkan tahun 2001 dan berlaku tahun 2002 namun baru sekarang semua meributkan soal pimpinan harus OAP. Terkait ini kata Amos regulasi soal Perdasis Perdasus orang  asli Papua sudah dibuat namun tertahan di Depdagri. “Itu (Perdasi/Perdasus) OAP sudah dibuat tapi kenapa ditahan,” tanyanya. 

Terkait ini salah satu akademisi Uncen, Fery Kareth, SH., M.Hum.,  kembali memberikan pencerahan. Ia menyampaikan bahwa jika  beberapa anggota DPRP meminta pimpinan harus OAP maka dasar hukumnya apa? 

 Hal tersebut menurutnya tidak bisa dilakukan karena tak ada aturannya. Partai pemenang Pemilu menurutnya yang menentukan siapa yang akan ditunjuk. Itu sesuai dengan undang-undang Pemilu. Kata Fery Kareth, jangan terus menerus mempolitisir Otsus. Sebab Otsus bukan segala-galanya. “Ingat Otsus bukan segala-galanya. Mengacu saja pada undang-undang yang ada. Soal ini hanya mengatur gubernur dan wakilnya makanya bupati dan wakil juga tak ada aturan harus Orang Asli Papua,” tegasnya. 

 Namun jika mau seperti itu (harus OAP) maka disarankan untuk melakukan amandemen undang-undang dan itu harus diperjuangkan. Fery juga mengingatkan untuk hati-hati membuat Perdasi Perdasus. Sebab jika melanggar dengan aturan yang lebih tinggi maka akan dibatalkan demi hukum. “Ada banyak aspek yang akan dinilai dan jika bertentangan dengan hirarki maka tidak akan disahkan. Kebanyakan tidak disetujui karena dinilai seperti itu. Kami berharap anggota DPRP dan MRP saat pembekalan ini juga diberitahu soal ini. Jangan sudah kerja keras, kuras anggaran tapi tidak diakui dan mentah lagi. Buang-buang waktu, energi dan anggaran,” singgungnya. (ade/nat)  

newsportal

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

1 day ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

1 day ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

1 day ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

1 day ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

1 day ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

1 day ago