Categories: BERITA UTAMA

Dihadang OTK, Pekerja Proyek Dikabarkan Hilang

PENCARIAN: Tim gabungan Polres Yahukimo saat melakukan pencarian terhadap korban bernama Amirullah yang hilang sejak 29 Oktober di Kabupaten Yahukimo, Kamis (13/12). (FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA-Seorang karyawan PT Agung Mulia Jalan Trans Dekai-Kenyam bernama Amirullah alias  Ulla dinyatakan hilang saat melakukan perjalanan dari Camp. PT Agung Mulia Jalan Trans Dekai-Kenyam menuju Dekai ibukota Kabupaten Yahukimo. Amirullah dilaporkan hilang sejak 29 Oktober 2019 lalu. 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menerangkan, dari informasi masyarakat setempat korban sempat dihadang sekelompok OTK (orang tidak dikenal) dalam perjalanan menuju Dekai. 

“Saat ini anggota gabungan Polres Yahukimo masih melakukan pencarian terhadap korban dan melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus tersebut,” ucap Kamal saat dikonfirmasi, Jumat (13/12).

Kamal menerangkan, laporan kehilangan Amirullah yang diterima Polres Yahukimo sejak  29 Oktober. Dimana korban sebelumnya dihadang orang yang diduga sebagai kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat melakukan perjalanan dari Camp. PT Agung Mulia Jalan Trans Dekai-Kenyam menuju Dekai menggunakan sepeda motor Honda CVR 150 cc.

Dengan adanya laporan tersebut, personel gabungan melakukan pencarian dan tiba di sebuah rumah di pinggir Jalan Trans Dekai-Kenyam yang diduga menjadi tempat dihadangnya korban oleh sekelompok orang. Saat dilakukan penggeledahan, dan penyisiran anggota tak menemukan apa-apa.

Anggota gabungan melanjutkan pencarian dengan melakukan penggeledahan dan penyisiran di pemukiman yang ada di sekitar daerah tersebut. Dari hasil penyisiran anggota kembali menemukan 16 anak panah, 4 busur panah, 3 kapak, 3 parang parang bergagang warna hitam, 2 parang bergagang rotan dan 2 tombak.

“Barang  bukti tersebut sudah diamankan di Mapolres Yahukimo, anggota hingga saat ini masih melakukan upaya pencarian terhadap korban  dan melakukan penyelidikan dan penyidikan. Kasus tersebut telah ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Yahukimo,” ucap Kamal.

Terkait dengan kejadian ini, Kamal mengajak semua orang untuk menghindari kekerasan yang dapat merampas hak orang lain bahkan jiwa manusia. “Mari, ciptakan rasa damai di mana dan kapan saja di tanah Papua,” tambahnya.

Sebelumnya, dua orang anggota rombongan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Papua dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) luka berat karena terkena panah di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Jumat (25/10) lalu.

Dua orang dari rombongan Kementerian PUPR terluka saat akan melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan di ruas jalan Dekai – Kenyam. Adapun korban yang terluka itu adalah La Hanafi, kepala Satker Wilayah V Puncak Jaya BBPJN XVIII Jayapura dan Heri Agus Suprianto  (50) karyawan  PT Agung  Mulia Iriana. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

11 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

12 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

13 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

14 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

15 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

16 hours ago