

Asisten Tindak Pidana Khusus, Nixon N. N Mahuse
JAYAPURA – Pengungkapan kasus dugaan korupsi dana Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021 yang merugikan negara ratusan miliar masih terus “digarap” Kejaksaan Tinggi Papua. Kabar terakhir adalah , Kejati Papua menyita uang Rp 6.448.560.800 terkait kasus dugaan korupsi dana PON XX Papua dari salah satu vendor (AMS) bidang pemasaran sub bidang venue PON.
Asisten Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Tinggi Papua, Nixon N. N Mahuse mengatakan dalam kasus ini, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi yang berasal bidang 1, bidang 2 dan bidang 3. Adapun bidang 1 meliputi bidang upacara, arena, konsumsi, pertandingan dan peralatan. Untuk bidang 2 meliputi bidang keamanan, SDM dan bidang TIK. Sedangkan bidang 3 meliputi akomodasi, konsumsi dan kesehatan.
“Hampir 100 orang saksi yang sudah kami mintai keterangan mereka dalam kasus dugaan korupsi dana PON ini,” kata Nixon saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (11/10).
Lanjutnya, jika kemudian seiring berjalannya waktu para saksi yang dimintai keterangan terlibat atau ada indikasi menerima gratifikasi atau melakukan tindak pidana korupsi, maka akan ditetapkan sebagai tersangka.
Jadi bukan hanya soal penyalahgunaan kewenangan kemudian memperkaya diri sendiri maupun kelompok tetapi jika menerima gratifikasi juga bisa diusut.
“Tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka baru dalam kasus ini,” ujarnya.
Kejaksaan Tinggi Papua hingga kini masih mendalami pihak yang terlibat dalam kasus ini. Nixon menyebut yang diamankan saat ini baru tingkat bawahan, sementara yang di atasnya belum tersentuh.
“Yang diamankan saat ini baru tingkat bawah belum diatasnya, jika nanti terbukti melakukan dugaan tindak pidana korupsi, pasti kami tindak tegas dan kami tidak tebang pilih,” tegasnya.
Page: 1 2
Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…
Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…
Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…
Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…
Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…