

Rektor Uncen Dr. Oscar O. Wambrauw, SE (ketiga dari kanan) tanpak foto bersama, Dir Pasifik dan Osania Kemenlu RI Adi Dzulfuat, Guru besar UI Prof Evifitriani, Ph.d, Guru besar universitas pelita harapan, Prof Edwin, M.B Tambunan, Ketua pusat studi Indo-pasifik Uncen, Dr Melyana R Pugu, (ujung kanan) dan ketua umum AIHII, Dr. Agus Hariyanto, S.IP, M.SI (ujung kiri), di ballroom hotel Swissbell, Kamis (10/10). (Foto: Jimi cepos)
JAYAPURA – Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) dan Universitas Cenderawasih (Uncen) telah menggelar Konvensi Nasional XV 2024 yang mempertemukan para akademisi untuk membahas isu global, khususnya Indo-Pasifik, mulai dari perubahan iklim hingga ekonomi di Universitas Cenderawasih, Papua.
Konvenas ini awalnya dijadwalkan selesai pada 11 Oktober namun pada Kamis malam berhasil dirampungkan dan dipercepat. Ketua panitia konvenas XV AIHII, dan juga Ketua pusat studi Indo-pasifik Uncen, Dr Melyana R Pugu, mengatakan bahwa banyak point-point penting yang dibahasdalam konvensi tersebut termasuk perubahan iklim hingga negara virtual.
Disampaikannya konvensi itu diikuti oleh semua dosen-dosen hubungan internasional di seluruh Indonesia yang isinya guru-guru besar (Profesor), pakar hubungan internasional, serta para praktisi dan akademisi.
“Memang untuk asosiasi ini sifatnya tertutup, walaupun kita sifatnya internasional tetapi yang di dalamnya adalah semua prodi hubungan internasional yang terdaftar atau universitas yang terdaftar di dalam asosiasi,” jelas Dr Melyana, kepada Cenderawasih Pos, Jumat (12/10).
Melyana mengatakan ada beberapa poin penting yang dibahas dalam konvensi itu salah satunya adalah terkait dengan isu keamanan tradisional dan Non-Tradisional di Indo-Pasifik yang perlu ditanggapi dengan serius.
“Semua hal yang kita bicarakan dari hari pertama hingga penutupan tadi malam, Kamis (11/10) itu adalah masih seputar isu-isu keamanan tradisional dan Non-Tradisional di kawasan Indo-Pasifik tentunya,” ungkapnya.
Dr Melyana menyebut saat ini asosiasi AIHII tetap berdiri dalam standing position terhadap ilmu hubungan internasional dan tidak akan kemana-mana.
Dirinya juga menegaskan bahwa program study hubungan internasional tetapi membahas semua isu dan fenomena internasional yang berkaitan dengan setabilitas negara, baik di tingkat lokal, regional maupun internasional.
Page: 1 2
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…