Categories: BERITA UTAMA

Rawan Jika Pejabat Pusat Datang dengan Agenda Ganda

JAYAPURA – Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisip Uncen, Yakobus Richard menilai, polemik yang hari ini muncul di publik pada masa Pemungutan Suara Ulang (PSU) adalah bentuk ketidakpercayaan kepada institusi baik pemerintahan maupun penyelenggara.

“Yang terjadi saat ini, penyampaian aspirasi sudah tidak lagi menggunakan jalur-jalur yang sifatnya normatif. Namun dilakukan dengan bentuk solidaritas sosial yang kemudian menghasilkan unjuk rasa, seperti demo yang terjadi di Kantor Gubernur Papua,” kata Yakobus kepada Cenderawasih Pos, Selasa (12/8).

Demo ini bukan sekali dan isinya menyinggung dugaan keterlibatan Pj Gubernur dalam mendukung salah satu paslon.

Menurutnya, hal ini menandakan masyarakat tidak lagi menghendaki adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) jilid II.

“PSU ini adalah pertarungan harga mati, yang diharapkan jauh dari aspek pelanggaran Pemilu yang sifatnya terstruktur, sistematis dan masif,” ungkapnya.

Lalu, di tengah proses PSU yang sedang berjalan, beberapa menteri dalam kabinet Presiden Prabowo mengunjungi Papua. Seperti Menteri ESDM Bahlil yang menyambangi Papua sebelum tahapan pencoblosan. Bahlil merupakan Ketua DPP Golkar yang juga menjadi pengusung salah satu kandidat. Terbaru, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian bersama Tito Karnavian yang ketika itu didampingi Menteri Perumahan dan Permukiman Indonesia, Maruarar Sirait.

Hanya dua menteri ini memiliki jadwal ke Papua Pegunungan untuk mengecek titik pusat pembangunan pemerintahan disana. Dua Menteri ini dijemput Pj Gubernur, Agus Fatoni, Kapolda Irjend Pol Patrige Renwarin, Sekda Susana Wanggai dan beberapa pejabat lainnya. Yakobus menilai, kehadiran pejabat di tingkat pusat harus menggunakan pendekatan yang sifatnya non-PSU. Mereka datang ke Papua tujuannya untuk melihat perkembangan pembangunan di tanah Papua.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

23 hours ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

1 day ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

1 day ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

1 day ago

KNPI Harus Kerja Nyata dan Beri Manfaat Pada Masyarakat

  Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…

1 day ago

Lestarikan Bahasa dan Budaya, Pemkot Susun Buku Cerita Rakyat Port Numbay

   Menurut Evert, buku cerita rakyat tersebut akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa…

1 day ago