

Ketua Komisi IV DPRP, Joni Y. Betaubun (kanan). (FOTO:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) mendorong agar alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua dapat lebih tepat sasaran dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui pembangunan rumah layak huni bagi Orang Asli Papua (OAP).
Dorongan tersebut disampaikan dalam rekomendasi DPRP terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2024, dalam Sidang Paripurna DPRP yang digelar di Gedung DPRP, Jumat (9/5).
Ketua Komisi IV DPRP, Joni Y. Betaubun, menegaskan bahwa pembangunan rumah layak huni bagi OAP merupakan langkah konkret agar manfaat dana Otsus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ia menilai, masih banyak OAP yang belum memiliki tempat tinggal yang layak.
“Langkah nyata yang bisa diambil adalah membangun rumah layak huni bagi OAP. Lahan akan disiapkan oleh penerima bantuan, sementara pemerintah hanya perlu menyiapkan anggaran pembangunan hingga rumah selesai. Setelah selesai, kunci rumah langsung diserahkan kepada masyarakat,” jelas Betaubun kepada wartawan usai sidang.
Ia juga menekankan bahwa penyaluran dana Otsus tidak seharusnya diberikan dalam bentuk bahan bangunan. Menurutnya, bantuan berupa rumah jadi akan lebih bermanfaat dan langsung dirasakan oleh penerima.
“Jangan berikan setengah-setengah, kalau hanya kasih sebagian masyarakat bingung mau bangun bagaimana. Yang benar, bantu rumah jadi. Dan ini tidak berlaku bagi pegawai negeri. Tapi bagi OAP yang punya lahan, tapi belum punya rumah,” tegasnya.
Page: 1 2
Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan seorang ibu hamil berinisial BS, 29, yang tinggal di…
Data yang diduga bocor mencakup nama pengguna, alamat, nomor telepon, hingga email, dan disebarkan di…
Pernyataan tersebut merespons ramainya ide netizen mengenai gagasan masyarakat ‘membeli’ hutan, yang mencuat setelah banjir…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…
Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…
Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…