Lebih lanjut AKBP Fredrickus mengatakan, untuk penyebab kematian korban Ananda Nurmila masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian. “Sementara dari hasil autopsi belum dapat disimpulkan penyebab kematiannya karena tubuhnya ditemukan sudah dalam keadaan rusak,” tambahnya.
“Sejauh ini juga belum terdapat bukti yang mengarah ke suatu peristiwa tindak pidana dan masih proses penyelidikan guna dapat mengungkap peristiwa tersebut,” ujar AKBP Fredrickus.
Mantan Wadir Intelkam Polda Papua ini juga menambahkan, bagi warga yang memiliki informasi atau mengetahui tentang peristiwa Ananda Nurmila, bisa segera melaporkannya ke kepolisian terdekat atau langsung ke Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota.
“Jangan malah menyebarkan isu-isu yang belum tentu kebenarannya bahkan hingga menyudutkan pihak tertentu, karena nantinya bisa menimbulkan masalah baru,” tegas AKBP Fredrickus.
Diketahui, Tapasya terakhir kali terlihat sedang mencuci piring di rumahnya di kawasan Kompleks Dok Bawah, tepat di depan Kantor Dinas Pendidikan Papua.
Sepekan kemudian, warga digegerkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa identitas di Teluk Youtefa. Kondisi jenazah ditemukan dalam keadaan mengenaskan, dengan sejumlah organ tubuh seperti kepala, tangan, dan kaki yang hilang, sehingga sulit dikenali secara langsung.
Spekulasi warga bahwa jasad tersebut adalah Tapasya pun akhirnya terkonfirmasi lewat hasil tes DNA. Dimana pada pada Minggu, 19 April 2025, ayah Kandung Tapasya melakukan tes DNA di RS. Bhayangkara keesokan harinya pada Senin, 20 April 2025 giliran sang ibu, Iryanti juga melakukan tes DNA.
Sementara saat menjelang proses pemakaman sempat terjadi ribut-ribut antara pengantar jenasah dengan ibu korban. Warga kesal karena menganggap sang ibu lalai dalam menjaga anaknya hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia. Warga yang marah nyaris saja menghakimi sang ibu namun untungnya bisa dilerai.
“Tadi sempat ribut waktu akan dimakamkan. Banyak yang marah ke ibunya tapi bisa ditenangkan,” kata salah satu pengantar jenasah tanpa ingin menyebut namanya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
mantan klubnya itu wajib menyapu bersih 6 laga sisa jika ingin kembali tampil pada kompetisi…
Terkait ini Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP)…
Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. Kedua tim sama-sama mempertaruhkan nama daerah masing-masing. Namun Persiker Keerom…
Ia juga meminta para kepala daerah untuk turun langsung ke lapangan apabila terjadi bencana. Menurutnya,…
Hasil ini mengukuhkan Persido Dogiyai sebagai juara Grup A dengan koleksi 7 poin, sementara Persemi…
Kompetisj kasta keempat Tanah Air ini dijadwalkan akan mulai bergulir pada 16 Maret hingga 8…