Categories: BERITA UTAMA

Perdamaian Ternoda, Pejabat Lari Berhamburan

MIMIKA – Konflik berkepanjangan di Distrik Kwamki Narama akhirnya berakhir damai setelah dilakukannya tradisi patah panah dan panah babi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Senin (12/1/2026). Hanya saja proses ini akhirnya kembali ternoda.

Proses ritual adat perdamaian panah babi dan patah panah di Distrik Kwamki Narama sebagai tanda berakhirnya konflik antara kelompok Dang dan Newegalen diwarnai aksi tidak terpuji dari salah satu kelompok.

Pantauan media ini, setelah prosesi damai berlalu, belum genap 30 menit, saat sejumlah tahanan digiring menuju kendaraan polisi, salah satu kelompok yang diketahui adalah Dang kembali merusuh dengan melakukan protes terhadap aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Mereka menuntut agar tahanan dari kelompok Dang yang sebelumnya ditangkap oleh aparat keamanan segera dibebaskan tanpa syarat. Namun, hal ini sulit untuk diwujudkan lantaran para tahanan yang tercatat telah memenuhi unsur pidana pasca rangkaian pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan di Polres Mimika.

Meski dihujani berbagai tuntutan, aparat keamanan tetap membawa para tahanan. Melihat situasi ini seseorang yang diduga sebagai provokator melempar aparat keamanan beserta para pejabat yang hadir dengan menggunakan batu. Aparat keamanan lalu membalas dengan melepas tembakan peringatan dan mengejar para oknum yang diduga sebagai provokator.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

18 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

19 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

20 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

21 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

22 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

23 hours ago