Meski demikian ia mengakui pengelolaan karbon di Papua memiliki tantangan tersendiri karena kuatnya hak ulayat masyarakat adat yang dilindungi oleh berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua. “Karena itu pengelolaan karbon tidak bisa dilakukan tanpa melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik hak dan penjaga kawasan,” ujarnya.
Menurut dia, peran masyarakat adat sangat penting terutama dalam menjaga sumber daya alam dari berbagai ancaman kerusakan. Pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun, lanjutnya, terbukti mampu menjaga keberlanjutan hutan, pesisir, dan sumber daya alam lainnya. Ia mencontohkan praktik-praktik tradisional seperti Sasi yang mengatur larangan pemanfaatan sumber daya alam pada periode tertentu sebagai bentuk pengelolaan berbasis kearifan lokal yang masih relevan hingga saat ini.
Obet juga mendorong penguatan peran masyarakat adat dalam kegiatan pemantauan lingkungan melalui pendekatan citizen science atau sains warga. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat terlibat langsung dalam pengumpulan data, pemantauan kondisi lingkungan, hingga pelaporan perubahan yang terjadi di wilayah adat mereka.
Menurut dia, perkembangan teknologi informasi memungkinkan masyarakat adat melakukan pemantauan secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada kehadiran peneliti dari luar daerah. Ia menegaskan pengelolaan karbon berbasis wilayah adat harus dibangun melalui kolaborasi yang setara antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat adat, mulai dari perencanaan, pemetaan, pengukuran, pelaksanaan aksi, hingga pembagian manfaat.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi Universitas…
“Sebentar lagi selesai.” Kalimat ini mungkin sering muncul saat sedang mengerjakan tugas atau mengejar deadline.…
Usai melalui beberapa tahapan test yang dilakukan dari oleh pansel dan BKN, akhirnya Gubernur Papua…
Selama ratusan bahkan ribuan tahun, bumi dan laut telah menghidupi miliaran manusia. Lebih dari 17…
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG Letkol Inf Muhamad Safril menyatakan meskipun saat iniTNI/POLRI sedang diberikan…
Kenapa Minuman Manis Kurang Tepat Saat Haus? Saat cuaca panas, tubuh kehilangan banyak cairan melalui…