Categories: BERITA UTAMA

Kasus Pelanggaran HAM Berat Wamena dan Wasior Dibuka Lagi

Kata Mugiyanto, Menteri HAM juga akan konsen pada korban konflik bersenjata di Papua. Pihaknya mendorong semua pihak yang terlibat dalam konflik di Papua bisa menahan diri. ”Pendekatan kemanusiaan harus menjadi kesadaran utama dari semua pihak dalam  menyelesaikan persoalan di Papua,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Komnas HAM Papua Frirs Ramandey mengatakan terkait dengan kasus pelanggaran HAM berat, dimana keluarga korban sudah menyampaikan data non yudisial dan bagaimana mereka bisa merespon.

”Dua isu penting yang bisa kita respon cepat adalah penanganan pengungsi dan korban pelanggaran HAM berat, itu harus segera dilakukan karena merupakan tugas utama mereka untuk meresponnya,” ungkap Frits.

Dalam pertemuan tersebut, Komnas HAM Papua juga menyampaikan kepada Wakil Menteri HAM dan rombongan bahwa Komnas HAM Papua konsen terhadap isu-isu kekerasan di Papua. “Kebijakan bentuk apa pun tidak bisa berjalan jika isu kekerasan masih ada, perlu diingat bahwa 70 persen penduduk Papua berada di wilayah konflik kekerasan,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kunjungan Menteri HAM, Komnas HAM Papua juga melaporkan terkait kasus kekerasan bersenjata di Papua sepanjang Tahun 2024, yang menewaskan sebanyak 71 orang terdiri dari sipil, aparat keamanan dan kelompok sipil bersenjata. Termasuk isu agraria, dampak dari kehadiran PSN, keberadaan investasi sawit, isu DOB, penangkapan yang tidak sah yang dilakukan aparat hingga kasus PHK.

Sekadar diketahui, kasus HAM berat Wamena terjadi pada Tahun 2003. Dalam peristiwa ini, puluhan warga sipil di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, menjadi korban penyisiran oleh gabungan TNI dan Polri. Penyebab peristiwa Wamena 2003 adalah tewasnya dua anggota TNI dalam aksi pembobolan sekelompok orang terhadap gudang senjata markas Komando Distrik Militer Wamena.

Sedangkan peristiwa Wasior, terjadi pada Juni Tahun 2001. Dimana terduga aparat Brimob melakukan penyerbuan kepada warga sipil di Desa Wondiboi, Wasior, Manokwari. Penyerbuan ini dipicu terbunuhnya lima anggota Brimob dan satu warga sipil.Aparat kemudian merespon pembunuhan tersebut dengan kekerasan yang meluas terhadap warga sipil di Wasior. Akibatnya ada masyarakat sipil yang hilang dan meninggal dunia. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Ungkap Fakta yang Terjadi dan Berbagai Peristiwa yang Pengaruhi Orang PapuaUngkap Fakta yang Terjadi dan Berbagai Peristiwa yang Pengaruhi Orang Papua

Ungkap Fakta yang Terjadi dan Berbagai Peristiwa yang Pengaruhi Orang Papua

Mereka datang bukan untuk konser musik atau pertandingan sepak bola. Mereka datang untuk menonton film…

7 hours ago

Jadi Alarm Akademik dan Sosial yang Harus Disikapi Secara Serius, Kritis, dan Konstruktif

Fenomena ini dipicu oleh menyusutnya jumlah generasi muda yang menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.​Berdasarkan…

8 hours ago

Wali Kota Sayangkan Maraknya Remaja Nongkrong dan Konsumsi Miras di Jembatan Merah

Dalam patroli yang melibatkan aparat gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya…

9 hours ago

Kemendagri, Pemprov Papeg Dan Delapan Pemkab Serukan Konflik Berhenti!

Kementrian Dalam Negeri RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan delapan pemerintah kabupaten bersama unsur…

9 hours ago

Wujudkan Swasembada Jagung Untuk Dukung Ketahanan Pangan

Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis nasional…

10 hours ago

Masa Bongkar Semakin Panjang, PT SPIL Bongkar Kontainer di Timika

Kepala Cabang PT SPIL Merauke Puji Harmoko, ketika ditemui media ini mengungkapkan pembongkoran kontainer yang…

10 hours ago