Categories: BERITA UTAMA

Pemerintah Provinsi Papua Dinilai Lepas Tangan Dengan Masalah

Berharap Ada Kabar Baik dari Hasil Pertemuan yang Dilakukan di Jakarta

JAYAPURA – Kesal tak satu pun pejabat Pemprov Papua menemui dan memberikan penjelasan sejak keberadaan mereka di Kantor Gubernur Papua, Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua akan membawa massa lebih banyak lagi.

 Adapun keberadaan orang tua penerima beasiswa siswa unggul Papua di kantor gubernur, sejak Selasa (2/1) hingga Kamis (11/1) kemarin. Para orang tua sepakat, meninggalkan kantor tersebut setelah ada kejelasan.

“Hingga kini, belum ada satu pun pejabat Pemprov Papua yang menemui kami untuk mengkomunikasikan persoalan yang sedang terjadi,” ucap Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua, John Reba, kepada Cenderawasih Pos, Kamis (11/1).

  Para orang tua penerima beasiswa Siswa Unggul Papua mempertanyakan alasan hingga pejabat di lingkungan Pemprov enggan menemui mereka, padahal sudah tiga hari bermalam di pelataran kantor gubernur. “Kami menyesal memiliki pemimpin di Provinsi Papua yang mental, sikap dan hatinya seperti ini,” ucapnya.

  “Dengan apa yang ditunjukan saat ini, sudah menujukan bahwa Pemerintah Provinsi Papua lepas tangan dengan masalah. Termasuk melakukan pembiaran, padahal hal semacam itu tidak boleh ada di pemerintahan,” sambungnya.

   Pihaknya, kata John, masih memiliki niat baik untuk membicarakan persoalan ini mencari jalan keluarnya bersama Pemprov. Jika apa yang dilakukan tak direspon oleh pemerintah, maka akan melakukan upaya hukum.

 “Upaya hukum tetap kita lakukan kalau sampai pemerintah tidak mau duduk untuk atur masalah ini, sebab batas waktu untuk anak anak kami pada Jumat (12/1),” ucapnya.

   Sementara itu, John menyampaikan ada ada beberapa calon wisudawan/wisudawati yang terancam dideportasi dari salah satu kampus di Amerika. Mereka adalah Ian F, Yosua M, Adonai Yalengkatu, Jeannie Bonyadone, Yustina Afaar.

 Ada juga Chelsea Nussy, Vionitha Merauje, Natalia Pouw, Jessica Seseray, Cleopatra Kimirop, dan Cleoptra Kimirop.

 “Mereka yang mau dideportasi korban di University Amerika, padahal akan melaksanakan wisuda pada Mei mendatang. mereka berasal dari Provinsi Papua dan Papua Selatan,” terangnya.

   Dilain sisi, John berharap adanya kabar baik dari pertemuan yang dilakukan di Jakarta antara para bupati/walikota dan Kepala Daerah yang dilakukan pada Kamis (11/1).

 “Semoga ada kabar baik dari pertemuan yang digelar di Jakarta, jangan sampai anak anak kami dipulangkan tanpa kepastian akibat sikap lepas tangan dari Pemprov,” harapnya.

   Sementara itu, Kasatpol PP Welliam Manderi, yang sempat menemui para orang tua menyampaikan bahwa orang tua sementara bersabar sembari menunggu hasil rapat yang dilakukan di Jakarta. “Kita tunggu hasil pertemuan yang dilakukan di Jakarta,” kata Manderi.

“Bapak Sekda mau supaya  jangan cuman Pemprov saja, harus kepala daerah dengan sekda harus ada di sini, karena soal pembiayaan ini bukan hanya Provinsi saja melainkan kabupaten/kota juga,” sambungnya.

   Sementara itu, pantauan Cenderawasih Pos, pintu gerbang Kantor Gubernur yang sebelumnya digembok sudah kembali dibuka. Rencana, para orang tua akan kembali menggemboknya jika tuntutan mereka belum juga dipenuhi. (fia)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Kosmetik Ilegal Hingga Dapur MBG Jadi Sorotan BPOM

  Kepala BBPOM Jayapura, Herianto Baan menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil bukan semata-mata untuk…

1 day ago

Kelebihan Penyaluran Dana Kampung Dikembalikan Sesuai Aturan

  Abisai menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas kelebihan salur dana kampung yang bersumber…

1 day ago

Pertahankan Juara Umum, Wali Kota Apresiasi Kafilah MTQ Kota Jayapura

   Ketua Kafilah MTQ Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan proses pembinaan peserta dilakukan secara berjenjang…

1 day ago

Tuntas Jalankan Tugas, 900 Personel Satgas Pamtas RI -PNG Dikembalikan

Pemulangan personil Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 711/RKS Palu dan Yonif 743/PSY  Kupang menggunakan KRI…

1 day ago

Gaji Mulai Rp47 Juta Hingga Rp110 Juta, Harusnya Diikuti Tanggung Jawab Etis dan Moral

  Menjawab dahaga panjang reformasi peradilan tersebut, pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor…

1 day ago

Andri Siap Tebus “Hutang”

Menurut Andri, pelatih sebelumnya Rahmad Darmawan tampil cukup baik musim lalu. Mengantarkan Persipura hingga babak…

1 day ago