Pemekaran ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, baik melalui peningkatan pelaku UMKM, maupun pengelolahan SDM yang ada. “Program ini tidak serta merta digagas tanpa adanya kajian yang melibatkan berbagai pihak, karena banyak hal yang harus kita pikirkan di dalamnya,” tuturnya.
Nantinya dia dengan pasangannya serta pihak lain akan mengusulkan hal tersebut kepada pemerintah pusat. Berharap jika terpilih menjadi gubernur Papua, program tersebut bisa teralisasi dalam jangka waktu 5 tshun kedepan. “Sehingga tahun 2029, Papua utara ini sudah mulai berjalan,” ujarnya.
Diapun mengatakan gagasannya ini tidak atas kepentingan politik, tapi sungguh sungguh ingin membangun tamah Papua uang maju, mandiri dan berbudaya saing. “Kita ingin Indonesia emas 2045 ini terwujud salah satunya masyarakat Papua hidup dalam kesejahtraan,” tuturnya. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bupati mengungkapkan bahwa transportasi laut mulai mengalami kendala serius, di mana kapal cepat yang menjadi…
Menurutnya, TPAKD bukan sekedar forum koordinasi melainkan instrumen kebijakan daerah guna memperluas inklusi keuangan masyarakat,…
Dalam arahannya, Bupati Frans Mote menegaskan bahwa pembangunan 10 unit rumah ini tersebar di beberapa…
Dalam arahannya, Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi bukan sekadar…
Wakil Mentri PUPR Diana Kusumastuti saat melakukan kunjungan kerja melihat lokasi pembangunan kantor Gubernur Papua…
Plt Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan data masyarakat miskin yang ada di Jayawijaya…