Categories: BERITA UTAMA

Aparat Didesak Segera Ungkap Para Pelaku

JAYAPURA-Penembakan terhadap warga sipil kembali terjadi di Papua Pegunungan. Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (9/9). Ketiga korban masing-masing berinisial A.M., dokter hewan. A.R., Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya serta W.M., pegawai Dinas Pertanian.

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengecam aksi kekerasan tersebut. Ia menilai penembakan terhadap ketiga korban merupakan tindakan tidak manusiawi karena dilakukan setelah korban dihentikan dan diperintahkan turun dari kendaraan.

“Ini tidak manusiawi karena melakukan intimidasi dan pembunuhan secara spontan. Mereka dihentikan, kemudian disuruh turun dan ditembak,” kata Frits saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (10/9).

Menurut Frits, kejadian tersebut merupakan tragedi dan masuk dalam kategori tindak kriminal. Karena itu, ia mendesak aparat keamanan segera mengejar dan menangkap pelaku.

“Ini adalah tragedi dan ini murni kriminal. Karena dia kriminal, maka pelakunya harus dikejar dan harus ditangkap,” tegasnya. Ia menyayangkan masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik kembali menjadi sasaran kekerasan. Terlebih, ketiga korban merupakan aparatur sipil negara yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan bahwa ada masyarakat sipil yang tidak berdosa kemudian menjadi sasaran kekerasan dari kelompok sipil bersenjata. Kejadian ini sangat disayangkan dan terus berulang bagi masyarakat sipil yang tidak berdosa,” ujarnya.

Frits Ramandey

Frits meminta aparat keamanan segera memastikan identitas kelompok yang diduga menjadi pelaku penembakan. Menurut dia, kelompok yang berkeliaran di sekitar Wamena dan wilayah sekitarnya harus ditelusuri agar proses penegakan hukum terhadap pelaku dapat dilakukan.

“Karena itu, kelompok pelaku yang sedang berkeliaran di sekitar Wamena dan sekitarnya, kami mendesak aparat keamanan memastikan kelompok pelakunya siapa dan ada upaya penegakan hukum kepada para pelaku,” katanya.

Frits juga meminta pemerintah daerah tidak hanya menyerahkan pengungkapan kasus kepada aparat kepolisian. Pemerintah sipil, menurut dia, memiliki tanggung jawab untuk membantu memastikan kondisi di wilayah kejadian, termasuk melalui aparat kampung.

“Struktur pemerintah sipil harus bergerak untuk memastikan kelompok pelaku ini ada di kampung mana,” ujarnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

8 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

16 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

17 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

19 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

20 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

21 hours ago