

JAYAPURA – Kabar tak mengenakkan terdengar dari Kabupaten Nduga, Papua Tengah. Seorang anggota TNI Praka Satria Taopan dilaporkan tertembak usai terjadi kontak tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Dari kontak tembak di Distrik Yuguru tersebut pihak TPN mengklaim bahwa mereka berhasil mengenai satu prajurit. Kejadian tersebut terjadi Kamis (8/1) pagi.
Menurut Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sembom serangan dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma di bawah komando Mayor Yibet Gwijangge. Disitu satu anggota kena dan pihak TPN merampas sejumlah perlengkapan tempur.
“Laporan resmi dari Komandan Batalyon Yuguru, Mayor Yibet Gwijangge, bahwa pada Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 08.00 WIT telah terjadi penyerangan dan penembakan terhadap militer Indonesia di Yuguru,” kata Sebby, Jumat (9/1). Dikatakan TPNPB juga merampas satu pucuk senjata laras panjang, lima magazen peluru, serta satu unit HT.
Sementara Mayor Yibet Gwijangge menyatakan serangan itu sebagai bentuk perlawanan atas hadirnya pos militer di Distrik Yuguru. Pemerintah Indonesia dianggap melanggar hukum humaniter internasional. Penyerangan yang dilakukan merupakan respons atas apa yang mereka anggap sebagai pendudukan militer di kawasan sipil.
Dalam kunjungan tersebut, Abisai menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jayapura bersama masyarakat menyambut baik kehadiran…
Populasi sejumlah satwa liar di Papua Selatan, termasuk kangguru Papua (Macropus agilis), disebut mengalami penurunan.…
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pelaku AB…
Momentum akbar itu mengusung tema “Menjadi Sahabat Yesus Dalam Keberagaman.” Kegiatan ini menjadi forum pertemuan…
Harga cabai, khususnya cabai rawit, di Pasar Wamanggu Merauke pada Jumat (18/9/2026) berada di kisaran…
Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…