

Ilustrasi Bayi
JAYAPURA– Ketegasan Gubernur Papua, Matius Fakhiri jika tak dibarengi dengan komitmen terutama yang berkaitan dengan penanganan pasien di rumah sakit tentunya akan sulit menghindari insiden-insiden yang tak diinginkan. Papua masih dibayangi kekhawatiran pasien meninggal saat melakukan rujukan.
Awan kelam dari meninggalnya seorang ibu bernama Irene Sokoy bersama calon bayinya dirasa menjadi pukulan telak bagi dunia kedokteran dan pelayanan kesehatan di Papua. Namun nyatanya kejadian meninggalnya seorang ibu hamil masih terjadi. Kali ini menimpa pasien bernama Martha Ngurmetan pada akhir Desember 2025 lalu di RS Marthen Indey.
Setelah itu muncul beberapa statemen dan penekanan agak hal ini tak lagi terjadi. Semua pasien harus ditangani dan jangan ada penolakan. Namun nyatanya penegasan ini belum mempan. Seorang bayi kembali dilaporkan meninggal di RSUD Jayapura. Mirisnya, bukan karena pelayanan melainkan karena sarana prasaranan yang dimiliki rumah sakit.
Jadi beberapa hari terakhir RSUD Jayapura kembali menjadi sorotan publik setelah beredar keluhan di media sosial terkait meninggalnya seorang bayi dari ibu bernama Dhina Bonay.
Page: 1 2
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…
Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…
Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…
Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…
Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…
Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…