Categories: BERITA UTAMA

Pihak Rumah Sakit Ungkap Keterbatasan Fasilitas

JAYAPURA-Menanggapi seorang bayi kembali dilaporkan meninggal di RSUD Jayapura, Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey memberikan klarifikasi.

Ia mengatakan, kasus yang beredar di media sosial tersebut merupakan kejadian rujukan dari fasilitas kesehatan luar dengan kondisi pasien yang sudah berat. Adapun pasien tersebut masuk di RSUD Jayapura pada 5 Januari dan dinyatakan meninggal dunia 7 Januari.

“Kasus ini merupakan rujukan dari luar rumah sakit. Kondisi bayi saat tiba sudah dalam kondisi berat dan membutuhkan perawatan intensif di ICU khusus bayi atau Neonatal Intensive Care Unit (NICU),” kata Andreas, kepada wartawan, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, RSUD Jayapura memiliki keterbatasan fasilitas ICU dan NICU, baik dari sisi alat maupun jumlah tempat tidur.

“Saat ini kapasitas ICU kami sangat terbatas. Dari sekitar 300 tempat tidur, idealnya 10 persen atau sekitar 30 tempat tidur dialokasikan untuk ICU, baik dewasa maupun anak. Namun yang efektif tersedia saat ini hanya enam tempat tidur, padahal kebutuhan kami kurang lebih 20,” ujarnya.

Andreas menegaskan bahwa keterbatasan tersebut berdampak pada banyak pasien, tidak hanya pada kasus bayi tersebut. Menurutnya, meskipun pasien memiliki jaminan kesehatan atau mampu membayar biaya rumah sakit, keterbatasan kapasitas tetap membuat tidak semua pasien dapat terakomodasi.

“Selama keterbatasan ini belum teratasi, akan selalu ada pasien yang tidak bisa kami tampung di ICU, terlepas dari soal jaminan atau biaya,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa pelayanan tidak diberikan karena persoalan pembayaran. Menurut Andreas, pada kasus tersebut pihak keluarga tidak melakukan pembayaran apa pun dan rumah sakit tetap memberikan penanganan sesuai kemampuan fasilitas yang ada.

“Kami memahami kekecewaan keluarga. Mereka dalam kondisi berat, sementara fasilitas yang dibutuhkan tidak tersedia. Itu situasi yang juga berat bagi kami,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

3 days ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

3 days ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

3 days ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

3 days ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

3 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

3 days ago