

Pemain PSBS Biak dikawal pemain Malut United FC dalam lanjutan Super League di Stadion Kie Raha pekan lalu. (foto:Istimewa)
JAYAPURA – PSBS Biak memiliki tekad besar untuk menutup putaran pertama kompetisi Super League 2025/2026 dengan manis.
Tim berjuluk Badai Pasifik itu akan menjamu Bhayangkara FC pada laga pamungkas putaran pertama atau pekan ke-17 di Stadion Maguwoharjo Sleman, pada Senin (12/1).
Juru taktik sementara PSBS, Kahudi Wahyu mengatakan semua pemain sudah melupakan hasil minor di markas Malut United dan siap menatap laga penutup putaran pertama.
“Saya pikir sepakbola itu kalah, menang dan seri. Kita melupakan kekalahan kemarin dan fokus pada laga selanjutnya karena kami butuh poin,” ungkap Kahudi kepada awak media, Kamis (8/1).
Ia menegaskan bahwa tiga poin adalah harga yang tak bisa ditawar lagi untuk tetap menjaga kans merangsek ke papan tengah. “Jarak poin tidak terlalu jauh, Kami akan mengambil momen dan semoga laga home nanti kami bisa dapat hasil maksimal,” ujarnya.
Saat ini PSBS masih berada di peringkat 15 dengan koleksi 13 poin. Mereka berada satu strip di atas zona degradasi. Sehingga tambahan tiga poin tentu membantu PSBS untuk bisa beranjak dari papan bawah.
Tapi PSBS haris hati-hati, karena tim tamu datang dengan motivasi tinggi. Bhayangkara FC baru saja mengalahkan Dewa United dengan skor 1-0. Nelson Alom dan kawan-kawan harus hati-hati jika tidak ingin kembali tergelincir dalam laga ini. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…