Categories: BERITA UTAMA

Cinta Ditolak, Pelaku Habisi Nyawa Korban Dengan Sekali Tembakan

Dari tubuh korban, Polisi hanya menemukan satu bekas luka yang artinya pelaku menembak korban hanyab satu kali dan tersungkur. Dan dalam kasus tersebut menurut AKBP Christian pihaknya telah memeriksa 11 saksi termasuk, ahli poligraf (uji kebohongan) dan ahli atau penerjemah dari sekolah SLB Jayapura.

“Kami pakai  penerjemah  sebab pelaku tidak bisa mendengar dan berbicara,” tambahnya.

Dan dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa, 1 (satu) unit Senjata angin jenis PCP berwarna coklat tua dan terdapat tali sandang berwarna hitam dengan motif coklat loreng. Sebanyak 94 Butir Peluru senapan angin kaliber 8,3 mm, 32 Butir Peluru senapan angin Kaliber 4,5 mm, 1 (satu) unit Handphone Vivo Y91 Ram 2GB berwarna biru dengan soft case berwarna hijau army milik korban.

Lalu ada sebilah parang sabel berwarna hitam dengan panjang kurang lebih 60cm milik korban, 1 (Satu) topi berwarna creem muda milik korban.  Pelaku sendiri ditangkap di rumahnya di Arso tanpa banyak perlawanan dan atas perbuatannya itu kata Kapolres, pelaku dipersangkakan Primer pasal 80 Ayat (3) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2014, Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Jo Pasal 76c Undang-undang RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, Subsider Pasal 338 KUHPidana, Jo Pasal 351 Ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 dan atau denda paling banyak Rp.3 Milyar.

Diberitakan sebelumnya Peristiwa itu bermula Pada Rabu, 11 September 2024 lalu saat korban berangkat dari rumah sekira pukul 08.00 WIT dengan tujuan ke kebun untuk mencari kayu bakar, dimana jarak rumah dengan kebun kurang lebih sekitar 400 meter.

Lalu Pukul 10.00 WIT korban MW ditemukan dikebun dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi tersungkur ditanah dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ada bekas luka tembak pada bagian kepala bagian belakang sebelah kiri tembus ke dahi sisi kanan. Dari hasil pemeriksaan Visum Et Repertum Mayat, kematian korban disebabkan karena luka tembak masuk pada bagian kepala belakang bawah sisi kiri yang merusak jaringan otak besar dan otak kecil. (kar/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemerintah Hadir Untuk Meringankan Beban MasyarakatPemerintah Hadir Untuk Meringankan Beban Masyarakat

Pemerintah Hadir Untuk Meringankan Beban Masyarakat

Bupati Jayapura, Yunus Wonda memastikan visi dan misi pemerintahannya bersama Wakil Bupati harus benar-benar dirasakan…

7 hours ago

Wamen HAM: Papua Bukan Tanah Kosong

Menurutnya, selama ini pembangunan di Papua belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Ia menilai…

8 hours ago

PSN Tak Bisa Langsung Ditolak atau Diterima

Menanggapi hal itu, Anggota DPR Papua, Alberth Merauje menegaskan bahwa persoalan PSN tidak dapat serta-merta…

9 hours ago

18 Tahun ‘Disclaimer’, Pemkab Waropen Akhirnya Raih Opini WDP dari BPK

Pemerintah Kabupaten Waropen mengukir sejarah baru dalam tata kelola keuangan daerah. Setelah selama 18 tahun…

10 hours ago

Miliki Cengkok Jawa Modern, Dijuluki The Next Rosa

Kontestan dari Semarang ini bahkan memperoleh lima standing ovation dari seluruh juri, yaitu Judika, Bunga…

12 hours ago

Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Pakai Biometrik Wajah

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa masa…

13 hours ago