Categories: BERITA UTAMA

Miris, Masih Banyak Anak Sekolah Tak Bisa Baca Tulis

Minim Fasilitas Hingga Guru Jarang di Tempat Jadi Penyebab

JAYAPURA – Minimnya fasilitas hingga guru yang jarang berada di tempat menjadi bagian dari faktor pelajar belum bisa baca tulis di Papua. Hal itu disampaikan Sekretaris Pendidikan Provinsi Papua, Terry Wanena, kepada Cenderawasih Pos, Senin (7/10).

Selain faktor guru yang jarang berada di tempat dan fasililtas yang belum memadai di wilayah tersebut, faktor lainnya adalah kurangnya pendampingan dari orang tua ketika anak tersebut berada di rumah.

“Guru yang jarang berada di tempat dan kurangnya pendampingan dari keluarga membuat anak-anak ini tidak memiliki kesempatan untuk belajar membaca maupun menulis,” jelasnya.

Terry menyebut, rata-rata anak kelas 6 hingga kelas 12 ada yang belum bisa membaca. Ia pun mendorong guru harus berada di tempat dan disertai dengan peran semua stakeholder untuk meningkatkan daya baca dan daya tulis anak-anak di Papua.

“Guru yang mendapatkan tugas di daerah terpencil harus berada di tempat, jangan tinggalkan tempat tugas,” tegasnya.

Jika sudah mendapat penugasan biasa satu dan lain hal membuat para guru ini tidak betah dan memilih untuk meninggalkan tempat kerja. Karenanya tidak heran beberapa waktu lalu di Dogiyai ada sekolah yang dibakar lantaran  kepala sekolahnya tidak pernah datang dan mengajar.

Untuk meningkatkan minat baca dan tulis bagi para pelajar khususnya yany berada di wilayah pesisir dan terpencil di Papua, Terry meminta ada perhatian khusus dari Pemda setempat terutama para kepala daerahnya.

“Jika tak ada guru di sekolah-sekolah terpencil, Pemdanya harus mendatangkan guru untuk mengajar mereka. Jangan biarkan anak Papua tertinggal,” kata Terry.

Ia tak menampik bahwa perlu kolaborasi untuk memecahkan persoalan ini. Perlu kerja keras semua stakeholder, guru, dinas pendidikan, kepala daerah setempat, kepala kampung, kepala distrik dan pihak terkait untuk sama – sama menumbuhkan kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini.

Sementara itu, berdasarkan data yang disusun Bappeda Provinsi Papua tahun 2023, pembangunan bidang pendidikan di Provinsi Papua berdasarkan angka partisipasi sekolah (APS) berada di urutan terakhir. Dimana APS Provinsi Papua dengan rentang usia 7-12 (83,61 persen), 13-15 tahun (80,91 persen), 16-18 tahun (64,15 persen) dan 19-24 tahun (23,89 persen). (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Kursi Sekda Papua Memanas

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…

4 hours ago

Mayat Seorang Wanita Ditemukan di Sekitar Kolam Buaya

Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…

5 hours ago

Orang Tua Siswa Minta Kampus Tegas

​"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…

6 hours ago

Ratusan Orang di Mimika Terinfeksi HIV-AIDS

Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…

7 hours ago

Pembangunan Kopdes Merah Putih Belum Menyentuh Kampung

Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…

8 hours ago

Gaji Manajer Kopdes Rp6,3 Juta-Rp8,3 Juta Dikontrak Dua Tahun

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…

9 hours ago