Categories: BERITA UTAMA

WALHI Papua Soroti Permasalahan Sampah

JAYAPURA – Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2025 direspon Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Papua. Mereka menyoroti permasalahan sampah dan banjir di Tanah Papua. Menurut Walhi kejadian ini disebabkan kelalaian dan kurangnya edukasi dari pemerintah kepada masyarakat menjadi faktor utama.

Pernyataan ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif Daerah WALHI Papua, Maikel Primus Peuki dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos pada, Jumat (6/6). Maikel mengatakan semua pihak harus menseriusi persoalan lingkungan sebelum menjadi musibah yang justru memakan banyak biaya dan korban.

“Pemerintah kota perlu mengoptimalkan anggaran daerah untuk penanganan sampah di kota-kota di tanah Papua, seperti Kota Jayapura, Kota Sorong, Kota Nabire, Manokwari, Wamena dan Merauke. Dan kami melihat Kota Jayapura mengalami masalah persampahan yang signifikan,” ungkap Maikel saat melihat tumpukan sampah di kali Acay, pada Kamis (5/6).

Setiap hari di Kota Jayapura ada berton-ton sampah yang dihasilkan, dimana sampah rumah tangga merupakan penyumbang terbesar. Hal ini ia sampaikan berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura mencatat timbulan sampah mencapai 242 ton per hari.

Untuk itu, ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh WALHI mengenai persampahan di Kota Jayapura sebagai berikut; pertama, timbulan sampah, Kota Jayapura menghasilkan sekitar 242 ton sampah setiap hari. Penyumbang terbesar: sampah adalah rumah tangga diikuti oleh sampah pasar.

“Pengangkutan Sampah, Petugas kebersihan di Pasar Induk Regional Youtefa mengangkut sampah belasan kali sehari, menggunakan gerobak ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebelum dibawa ke TPA Koya Koso.

di TPA Koya Koso, sampah dari Kota Jayapura dibawa ke TPA Koya Koso untuk pembuangan akhir,” jelasnya.

Tak hanya itu dirinya juga menyoroti dampak bagi lingkungan hidup terhadap banyaknya sampah disekitar permukiman warga yakni dapat berdampak pada kesehatan, terutama risiko penyebaran penyakit seperti demam berdarah (DBD).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

TNI-Polri Petakan Daerah Rawan dan Perkuat Pengamanan di Papua

Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…

43 minutes ago

Danrem Ingatkan Masyarakat Papsel Tidak Terprovokasi di Medsos

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…

2 hours ago

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

3 hours ago

SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…

6 hours ago

Letkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program Satuan

Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…

7 hours ago

Terima Tambahan DAU, Bupati Keerom Layangkan Apresiasi kepada Presiden Prabowo

Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…

8 hours ago