Categories: METROPOLIS

Pemerintah Disarankan Gandeng Tua Adat Dalam Antisipasi Bencana

JAYAPURA-Setelah melakukan penelitian terkait potensi dan mitigasi bencana, pemerintah disarankan untuk menggandeng tua-tua adat dalam hal bagaimana mengantisipasi bencana alam. Pasalnya, bercermin dari penelitian  yang dilakukan berbulan-bulan, terungkap jika Distrik Ravenirara Kabupaten Jayapura sukses menjalankan kebiasaan adat saat musibah banjir 2019 lalu.

Ini tertuang dalam rekam jejak pendidikan Ade Irma Suryani Safanpo yang dinyatakan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude usai mengikuti sidang terbuka promosi doktor, di Hotel Horison Kotaraja, Kamis (5/6). Ade resmi menyandang gelar doktor bidang Ilmu Sosial dari Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih.

  ”Saya bisa katakan begitu, sebab hanya Ravenirara yang tidak ada korban. Tua-tua adat mereka telah memperhitungkan semua dari bencana-bencana sebelumnya,” kata Ade. Dalam disertasinya berjudul Mitigasi Bencana Dalam Perspektif Masyarakat Adat Puyakha dan Tepra, Ade dicecar habis-habisan oleh tim penguji yang dipimpin Prof. Dr. Akbar Silo.

  Ade mengaku menemukan perbedaan yang menyolok dari tingkat kerusakan meski secara topografi kedua wilayah berada di area yang sama.

“Saya melihat dalam di wilayah Selatan dan Utara dari kawasan Cycloop itu berbeda. Ini membuktikan topografi dan kearifan lokal berperan besar dalam kerentanan bencana,” jelas Ade.

  Untuk Distrik Revenirara dikatakan pembagian wilayah adatnya sangat tegas yakni zona sakral, berburu, dan pemukiman.

“Dan ketaatan terhadap pembagian zona ini terbukti menyelamatkan warga. Saat bencana terjadi tapi tidak ada korban jiwa. Saya pikir pemerintah perlu berkolaborasi atau belajar dari tua-tua adat juga,” katanya.

  “Kalau pemerintah menggandeng masyarakat adat sejak awal, pemetaan risiko bisa lebih akurat dan diterima. Saya melihat masyarakat adat memiliki sistem yang sudah teruji,” imbuhnya. Ia juga berharap pemerintah jangan bergerak setelah bencana terjadi tetapi bagaimana ada upaya konkret dalam meminimalisir dampak. ”Harapannya begitu,” tutupnya. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

RD Akui Adhyaksa FC Lawan Kuat

Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…

20 hours ago

Tak Terima Anggota Keluarganya Meninggal, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur

Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…

22 hours ago

Owen Sebut 3 Paslon Ketum PSSI Papua Figur Hebat

Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…

24 hours ago

Persipura Batasi Kuota Tiket Kontra Adhyaksa FC

Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…

1 day ago

Ketum Ajak Merahkan Lagi Stadion Lukas Enembe

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…

1 day ago

PFA Cari Bakat 2026, Keliling Tanah Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan Timika

Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…

1 day ago