Categories: BERITA UTAMA

Kenaikan UMP Berdampak Negatif kepada Pelaku Usaha di Papua.

JAYAPURA – Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Papua, Hartati Sofia Iwanggin menyebut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2025 perlu kajian dan respon dari pelaku usaha di Papua.

“Untuk Papua, UMP perlu dikaji dan meminta respon pelaku usaha sebab ditakutkan malah tidak mampu melaksanakan dengan pekerja-pekerja yang sudah dikontrak,” ucap Hartati kepada Cenderawasih Pos, Selasa (3/12).

Menurut Hartati, perlunya mendengarkan pendapat pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebelum menaikkan UMP Papua. Tetapi jika sudah ada keputusan pemerintah pusat maka pihaknya menyatakan akan tetap melaksanakan itu. “Dengan adanya keputusan pusat, otomatis Provinsi Papua menyesuaikan,” ujarnya.

Ia pun mengimbau pelaku usaha harus siap menerapkan UMP, termasuk menyiapkan modal usaha dan tenaga kerjanya agar hal ini bisa disiasati, sehingga bisa eksis sebagai pelaku usaha di tengah kenaikan UMP. “Dengan tingkat kemahalan harga di Papua, jika UMP dinaikkan lebih tinggi lagi akan berdampak negatif kepada UMKM kita. Dengan kenaikan tersebut, apakah mereka mampu  membayar pegawainya,” bebernya.

Sementara itu, usai Presiden Prabowo secara resmi menetapkan kenaikan UMP tahun 2025 sebesar 6,5%. Hartati mengaku untuk Papua sendiri belum ada petunjuk, sebab belum ada Pergub atau surat keputusan gubernur terkait upah minimum Papua.

“Karena belum ada petunjuk sehingga kita belum tahu kenaikannya berapa persen, mungkin di pusat 6 persen tetapi untuk Papua kita belum tahu,” kata Hartati. “Sebelum UMP diterapkan, perlu dikaji dan diperhatikan, jangan sampai dampaknya pelaku usaha tidak mampu membayar karyawannya,” tegasnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Perkebunan Sawit Akan Terus Dikembangkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bakal menindaklanjuti masalah rencana pengembangan lahan perkebunan Perusahaan Perkebunan Kelapa…

7 hours ago

Tak Lagi Sibuk Kejar Target Retribusi, Hanya Atur Angkot Supaya Tertib dan Rapi

Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan…

10 hours ago

Polsek Kuala Kencana Ringkus Pelaku Penganiayaan di Jalan Mayon

Peristiwa ini bermula ketika personel piket Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kanit Sabhara Ipda Eko…

12 hours ago

Soal Rusunawa Waena, Tunggu Koordinasi dengan Rektor

Pihak rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya memberikan respons terkait tuntutan kelompok mahasiswa yang menggelar aksi…

13 hours ago

Pelayanan Pendidikan dan Bansos Harus Tepat Sasaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, memastikan pelayan publik berjalan optimal baik di sektor pendidikan dan…

14 hours ago

73.928 Batang Rokok dan 97,92 liter Miras Ilegal Dimusnahkan

Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri…

15 hours ago