Categories: BERITA UTAMA

Gubernur: Jangan Ada Lagi Kematian Ibu dan Anak!

JAYAPURA-Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, memastikan kasus kematian ibu dan anak seperti yang menimpa Irene Sokoy dan Martha Ngurmetan tidak akan terulang pada tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembenahan menyeluruh layanan kesehatan, khususnya pelayanan ibu dan anak di fasilitas kesehatan pemerintah.

Diketahui, Irene Sokoy meninggal dunia usai mendapatkan penolakan dari beberapa rumah sakit pada 17 November 2025. Menyusul Martha Ngurmetan meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya, Sabtu (26/12) dalam proses persalinan di RS Marthen Indey.

Tak ingin kasus serupa terjadi di tahun 2026, Gubernur Fakhiri meminta masyarakat untuk mematuhi seluruh arahan tenaga medis, baik di Puskesmas maupun rumah sakit. Ia menekankan bahwa setiap tindakan medis yang direkomendasikan, termasuk operasi persalinan bertujuan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan anak.

“Kalau tenaga medis menyarankan operasi, tolong diterima. Itu untuk menolong nyawa ibu dan anak. Gubernur menjamin pembayarannya, jadi masyarakat tidak perlu takut lagi,” katanya, Rabu (31/1).

Gubernur menyebut, dua kasus kematian ibu dan anak yang menjadi perhatian publik, yakni kasus Irene Sokoy dan Martha Ngurmetan disebabkan oleh kondisi ketuban pecah dini yang berujung pada meninggalnya ibu dan bayi. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan layanan secara menyeluruh.

“Kasus seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Tahun 2026 harus menjadi titik balik perbaikan layanan kesehatan ibu dan anak di Papua,” tegasnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Harusnya Kerja MRP Dipublis dan Lebih Transparan

Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…

4 days ago

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…

4 days ago

Setelah Botak, Kini Aibon

Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…

4 days ago

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…

4 days ago

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…

5 days ago

Ratusan Nelayan Ditangkap Otoritas PNG dan Australia Merupakan Urusan Pusat

Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…

5 days ago