“Kita tidak bisa menyalahkan rumah sakit. Bagaimanapun kondisinya, kami sebagai pemimpin bertanggung jawab. Karena itu saya mengambil risiko untuk membenahi pelayanan kesehatan,” ujar Fakhiri.
Sebagai langkah konkret, Gubernur telah menginstruksikan seluruh rumah sakit dan puskesmas agar memberikan pelayanan terlebih dahulu kepada pasien, khususnya ibu hamil dan anak, tanpa mempersoalkan kemampuan ekonomi. Pemerintah Provinsi Papua akan menjamin pembiayaan pelayanan tersebut.
“Saya sudah sampaikan, layani dulu pasien. Soal biaya, pemerintah yang akan memikirkan dan membayarnya. Jangan sampai masyarakat tidak tertolong karena tidak punya uang,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, sebagian rumah sakit di Papua telah mulai menerapkan layanan gratis sebagai bentuk komitmen meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penegasan tersebut disampaikan menyusul diperpanjangnya masa tanggap darurat pascakebakaran selama tujuh hari, setelah sebelumnya…
Pembangunan Papua masih menghadapi persoalan yang saling berkaitan, mulai dari sulitnya membuka akses antarwilayah, belum…
Dalam kunjungan tersebut, Abisai menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jayapura bersama masyarakat menyambut baik kehadiran…
Populasi sejumlah satwa liar di Papua Selatan, termasuk kangguru Papua (Macropus agilis), disebut mengalami penurunan.…
Kepala Kejari Merauke Paris Manalu mengungkapkan, dalam laporan yang diterima pihaknya terdapat dugaan lima kegiatan…
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pelaku AB…