“Kita tidak bisa menyalahkan rumah sakit. Bagaimanapun kondisinya, kami sebagai pemimpin bertanggung jawab. Karena itu saya mengambil risiko untuk membenahi pelayanan kesehatan,” ujar Fakhiri.
Sebagai langkah konkret, Gubernur telah menginstruksikan seluruh rumah sakit dan puskesmas agar memberikan pelayanan terlebih dahulu kepada pasien, khususnya ibu hamil dan anak, tanpa mempersoalkan kemampuan ekonomi. Pemerintah Provinsi Papua akan menjamin pembiayaan pelayanan tersebut.
“Saya sudah sampaikan, layani dulu pasien. Soal biaya, pemerintah yang akan memikirkan dan membayarnya. Jangan sampai masyarakat tidak tertolong karena tidak punya uang,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, sebagian rumah sakit di Papua telah mulai menerapkan layanan gratis sebagai bentuk komitmen meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pelarangan pemutaran film Pesta Babi di sejumlah daerah dan lingkungan kampus menuai kritik dari kalangan…
Timika dipilih menjadi tuan rumah, menggeser dominasi ibu kota provinsi berkat kelengkapan fasilitas publiknya. Ajang…
ndoafi Kampung Bambar, Distrik Waibu yang juga Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Orgenes Kaway…
Plt Kepala Dinas Kominfo Jayawijaya Imanuel Medlama, S.STP, M.Si menyatakan pemanfaatan hak tayang layanan Informasi…
Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci agar kabupaten yang lebih maju dapat menopang daerah yang masih…
Pungutan terhadap tarif sampah yang digagas oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebesar Rp 30.000 per bulan,…